SketsaNusantara.id - Video yang memperlihatkan aksi seorang petinju terhadap turis asing di Bali viral di media sosial. Peristiwa ini memicu perhatian publik karena melibatkan dugaan tindakan tidak pantas terhadap warga lokal.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pria yang diketahui sebagai petinju bernama Belda Brig Sando tampak menahan turis asal Rusia. Kejadian itu disebut terjadi setelah turis tersebut diduga berperilaku tidak sopan dan membuat keributan di lokasi.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @ussfeeds pada Rabu, 1 April 2026. Dalam unggahan itu, terlihat situasi yang cukup tegang di tengah kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi.
"Hey, hey, hey. Dengar, tolong rekam, dia bule yang mabuk," kata Belda saat warga lain mendekat di lokasi kejadian.
Dalam video itu, Belda terlihat melakukan teknik menjepit leher menggunakan lengan. Tindakan tersebut membuat turis itu tidak berdaya dalam waktu singkat. Warga sekitar tampak menyaksikan kejadian tersebut sambil merekam situasi yang berlangsung.
Belda kemudian diminta oleh beberapa orang untuk melepaskan pegangannya. Permintaan itu disampaikan setelah kondisi turis terlihat melemah dan hampir kehilangan kesadaran.
Baca Juga: Rekaman 13 Detik Bikin Geger, Petugas Klinik Diduga Main Game saat Pasien Butuh Penanganan
Insiden tersebut diduga dipicu oleh perilaku turis yang dinilai meresahkan. Berdasarkan keterangan dalam video, turis itu disebut berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.
Selain itu, turis tersebut juga disebut mengganggu warga sekitar. Dugaan lain menyebut adanya tindakan menyentuh hingga melecehkan seorang perempuan di lokasi kejadian.
Situasi yang semula hanya berupa teguran kemudian berkembang menjadi ketegangan. Peristiwa itu akhirnya berujung pada tindakan fisik yang dilakukan oleh Belda terhadap turis tersebut.
Dalam video yang sama, Belda juga memberikan peringatan kepada turis tersebut. Ia menekankan pentingnya menghormati warga lokal selama berada di Bali.
"Wilayah Bali aman, semua warganya baik. Kamu bisa melakukan semaunya di Bali, asalkan hormati warga lokal," imbuhnya.
Belda juga menyampaikan bahwa dirinya tidak berniat melukai secara serius. Ia menyebut tindakannya dilakukan untuk memberi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.