news

Serangan Israel Hantam Markas PBB di Lebanon, Satu Prajurit TNI Gugur, Lainnya Koma dan Luka-Luka

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:30 WIB
Markas PBB di Lebanon (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Kabar duka menyelimuti misi perdamaian dunia PBB terkait pasukan TNI yang ditempatkan disana.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, mengonfirmasi terjadinya serangan oleh pasukan Israel yang menyasar kantor misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan. 

Insiden tragis ini mengakibatkan satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian gugur, sementara 1 lainnya koma dan 2 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Jalan Berlumpur 30 Tahun Tak Tersentuh, Warga Sintang Viral Usai Tagih Janji dan Sindir Pernyataan Wagub Kalbar

Hal ini disampaikan Guterres melalui pernyataan resminya di akun X @antonioguterres, ia menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman keras atas peristiwa tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hati Minggu lalu dimana seorang penjaga perdamaian Indonesia di @UNIFIL, seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas ditengah permusuhan Israel dan Hizbullah, seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Antonio Guterres.

Sementara itu, serangan yang menewaskan 1 TNI itu terjadi di tengah meningkatnya tensi pertempuran di wilayah perbatasan Lebanon Selatan.

Baca Juga: Heboh Surat Maling di Medan, Pelaku Ngaku Terpaksa Curi untuk Pulang, Uang Sedekah dan HP Ikut Dibawa

 Tembakan tank atau artileri dilaporkan menghantam area sekitar menara pengawas dan kantor markas besar UNIFIL.

Prajurit TNI yang menjadi korban merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda yang bertugas menjaga stabilitas di sepanjang Blue Line yang merupakan garis perbatasan Lebanon-Israel.

 Identitas korban saat ini masih dalam proses koordinasi lebih lanjut antara Markas Besar TNI dan pihak PBB untuk keperluan notifikasi keluarga.

Insiden ini memicu gelombang protes dari berbagai negara penyumbang pasukan (TCC). 

Baca Juga: Amukan ODGJ di Grobogan Terekam CCTV, 6 Warga Jadi Korban, Satu Tewas, Ini Fakta Mengejutkannya

Menyerang personel berbaret biru di bawah mandat PBB dianggap sebagai eskalasi serius yang membahayakan upaya diplomasi di Timur Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini