news

Bantuan Pangan Bulog Menjangkau Kepulauan Seribu Usai Lebaran 2026, Warga Akui Sangat Membantu Kebutuhan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:00 WIB
Bantuan pangan dari BULOG. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)

SketsaNusantara.id - Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah terus dilakukan setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi tersendiri.

Perum Bulog mempercepat distribusi bantuan berupa beras dan minyak goreng. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat segera menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di wilayah Kepulauan Seribu, bantuan disalurkan kepada ribuan penerima. Distribusi dilakukan ke sejumlah pulau seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Baca Juga: Jaga Harga Sembako Lebaran 2026, Satgas Pangan Siap Bertindak Jika Ada Kenaikan di Atas HET

Sebanyak 4.102 Penerima Bantuan Pangan menerima paket bantuan tersebut. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Bantuan ini disalurkan pada Kamis, 26 Maret 2026. Proses distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah kepulauan.

Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Mereka menilai bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Viral Lele Marinasi untuk Menu MBG di Pamekasan, Konten Kreator Ahli Teknologi Pangan Lakukan Uji Coba Bakteri Salmonela, Hasilnya...

"Kita bersyukur tentunya, hari ini kami dapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng," ujar Sabrina Marsenda, warga Pulau Untung Jawa.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang menerima bantuan. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

"Senang banget, karena sangat bermanfaat untuk saya untuk keluarga saya. Saya banyak-banyak terima kasih, kalau bisa lebih dibanyakin lagi ditambahin lagi untuk warga kami di Pulau Untung Jawa khususnya," jelas Nahria.

Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah. Tujuannya adalah menjaga daya beli masyarakat pada kuartal pertama tahun 2026.

Secara nasional, program ini direncanakan menjangkau 33,2 juta penerima. Sasaran program mencakup keluarga dengan tingkat ekonomi sangat rendah hingga rentan.

Distribusi bantuan hingga ke wilayah kepulauan menjadi salah satu fokus utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses pangan dapat dirasakan secara merata.

Halaman:

Tags

Terkini