Hendrik juga mengungkapkan bahwa sejumlah persiapan telah dilakukan sebelum keputusan penghentian diambil. Salah satunya adalah pemesanan bahan makanan untuk kebutuhan program.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak, termasuk penerima manfaat program. Rencana distribusi makanan yang telah disusun sebelumnya tidak dapat direalisasikan.
Di sisi lain, Hendrik mengklaim bahwa selama menjalankan program MBG, dapur yang dikelolanya tetap menjaga kualitas makanan. Ia menyebut belum ada keluhan besar terkait pelaksanaan program tersebut.
Hingga kini, penghentian operasional SPPG Pangauban masih berlangsung. Belum ada informasi lanjutan terkait waktu dimulainya kembali aktivitas dapur tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!