Kamis, 4 Juni 2026

Konten Joget Berujung Sanksi, SPPG Pangauban Disetop Sementara, Hendrik Ungkap 150 Relawan Gagal Kerja

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Maret 2026 | 19:30 WIB
Penghentian operasional sementara SPPG Pangauban usai viral mitra berjoget di media sosial.   (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg)
Penghentian operasional sementara SPPG Pangauban usai viral mitra berjoget di media sosial. (Instagram/hendrikirawan_d1213mbg)

SketsaNusantara.id - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Batujajar, Jawa Barat, resmi dihentikan sementara. Keputusan ini diambil setelah viralnya video mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, yang berjoget di dalam area dapur.

Video tersebut memicu reaksi luas dari publik di media sosial. Sorotan tidak hanya tertuju pada aksi berjoget, tetapi juga pada narasi terkait insentif yang disebut-sebut mencapai Rp6 juta per hari.

Hendrik kemudian menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengakui kesalahan berasal dari tindakannya sendiri saat membuat konten di lingkungan kerja.

Baca Juga: Klarifikasi Hendrik Irawan Usai Viral Joget Rp6 Juta, Ngaku Bangun Dapur Rp3,5 Miliar dan Belum Balik Modal

“Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya meski saya udah klarifikasi,” ucap Hendrik dalam pernyataannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penghentian operasional dapur tersebut merupakan keputusan dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah itu diambil setelah video yang beredar dinilai melanggar ketentuan yang berlaku.

Dalam penjelasannya, Hendrik mengaku tidak menyangka bahwa konten yang dibuatnya akan berdampak besar. Ia menyebut aksi berjoget di dalam dapur merupakan bentuk kelalaian dalam mematuhi protokol yang ada.

Baca Juga: Polemik MBG Memanas, Lita Gading Sentil Hendrik Irawan soal Video Joget dan Laporan Polisi yang Jadi Sorotan

Selain video terbaru, rekaman lama yang menunjukkan dirinya berjoget tanpa alat pelindung diri juga kembali menjadi perhatian publik. Hal tersebut memperkuat sorotan terhadap standar operasional yang seharusnya diterapkan di dapur MBG.

Hendrik menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan program pemerintah. Ia menyebut seluruh aktivitas yang dilakukan selama ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Saya tidak ada niat melecehkan program Bapak Prabowo, tidak ada sedikit pun niat saya melecehkan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Dampak dari penghentian operasional ini dirasakan oleh para relawan yang terlibat di SPPG Pangauban. Hendrik menyebut jumlah petugas yang terdampak mencapai sekitar 150 orang.

Para relawan tersebut sebelumnya telah bersiap untuk kembali bekerja setelah libur Lebaran. Program MBG dijadwalkan kembali berjalan pada 31 Maret 2026.

Namun, dengan adanya penghentian sementara, aktivitas produksi makanan di dapur tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana. Kondisi ini membuat para relawan tidak bisa menjalankan tugasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X