news

Ustadz Hilmi Firdausi Soroti Video Viral SPPG Cilacap, Sebut Tone Deaf usai Bandingkan Program MBG dengan Kondisi Gaza

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:00 WIB
Ustaz Hilmi Firdausi menanggapi video konten viral dari SPPG Sidanegara 2 Cilacap. ( Instagram/hilmi.firdausi)

SketsaNusantara.id - Konten video yang diunggah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidanegara 2 Cilacap menjadi sorotan publik. Unggahan tersebut memicu reaksi luas dari warganet di media sosial.

Video itu diunggah melalui platform TikTok pada Selasa, 17 Maret 2026. Konten tersebut menampilkan aktivitas petugas dalam menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, narasi dalam video tersebut mengaitkan program MBG dengan kondisi anak-anak di Palestina. Hal ini kemudian memicu berbagai tanggapan dari publik.

Baca Juga: Purbaya Mendadak Dicurhatin Warga soal Ketimpangan MBG saat Cek Kondisi Pasar Beringharjo bareng Gubernur Yogyakarta, Begini Tanggapan Menkeu

Salah satu tokoh yang memberikan respons adalah Ustaz Hilmi Firdausi. Ia menyampaikan pandangannya melalui akun media sosial miliknya.

“Ya Rabb, konten apa ini? Tone deaf sekali...Astaghfirullah. Janganlah kalian mengeksploitasi penderitaan rakyat Gaza hanya untuk memoles citra program MBG dengan mengajarkan arti syukur,” tulisnya dalam unggahan Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menyoroti perbedaan kondisi antara Indonesia dan Palestina. Menurutnya, kedua situasi tersebut tidak dapat disamakan dalam satu narasi.

Baca Juga: Tepis Isu Kegagalan MBG, Bupati Gus Fawait Pastikan Kesiapan Dapur SPPG di Jember

Dalam pernyataan lanjutan, ia juga menyampaikan dukungan jika program serupa dilakukan di wilayah konflik. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kemanusiaan.

Selain itu, ia mengingatkan agar fokus program tetap pada tujuan awal. Program MBG disebut berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi anak-anak di Indonesia.

“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG yang menghabiskan uang rakyat Rp335 T per tahun,” tulisnya.

Video yang diunggah SPPG tersebut sebelumnya menampilkan berbagai keluhan. Narasi tersebut merupakan rangkuman komentar yang kerap muncul di media sosial.

Beberapa kalimat yang ditampilkan antara lain terkait rasa makanan dan kualitas menu. Narasi tersebut kemudian disandingkan dengan kondisi anak-anak di wilayah konflik.

Cuplikan yang digunakan memperlihatkan situasi krisis kemanusiaan. Gambar tersebut menunjukkan kondisi kekurangan makanan dan kerusakan tempat tinggal.

Halaman:

Tags

Terkini