SketsaNusantara.id – Situasi arus mudik di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang mengalami kemacetan parah selama beberapa hari terakhir akhirnya memicu reaksi dari pihak Istana Kepresidenan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak penumpukan kendaraan tersebut.
"Kami mohon maaf ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk," ungkap Mensesneg dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Berbagai Resep Takjil Sehat dan Praktis, Jadi Andalan Selama Berpuasa!
Kemacetan yang dilaporkan membuat pemudik harus menunggu hingga 24 jam untuk menyeberangi Selat Bali menjadi perhatian serius Presiden.
Istana mengakui adanya ketidaknyamanan yang dialami warga di tengah suhu panas dan kelelahan selama perjalanan mudik.
Dalam pernyataannya, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan para pemudik di jalur Bali-Jawa tersebut.
Baca Juga: 10 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bagikan untuk Caption Penuh Makna di Medsos
"Tapi sepenuhnya kita melakukan monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras mencari solusi supaya bisa mengurangi kemacetan dan antrian," imbuh Prasetyo Hadi.
Ia menambahkan bahwa lonjakan pemudik tahun ini memang melampaui prediksi semua pihak, terutama karena berbarengan dengan momentum menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.
Prasetyo Hadi memastikan bahwa Istana telah memberikan instruksi langsung kepada Kementerian Perhubungan dan pihak ASDP untuk segera mengambil langkah luar biasa (extraordinary measures) guna mengurai kepadatan.
Beberapa poin penekanan dari Istana antara lain melakukan pemangkasan waktu tunggu kapal di dermaga agar sirkulasi kendaraan lebih cepat.
Pemerintah juga berupaya memaksimalkan semua kapal yang tersedia, termasuk kapal bantuan dari instansi terkait jika diperlukan.
Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah setempat untuk memastikan ketersediaan air bersih, makanan, dan posko kesehatan bagi pemudik yang kelelahan di dalam antrean.