news

Antrean Pelabuhan Gilimanuk Tembus 24 Jam! ASDP Ungkap Biang Kerok Kemacetan Horor Bali-Jawa

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:30 WIB
Potret kemacetan di Gilimanuk (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Perjalanan dari Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk yang biasanya hanya memakan waktu 3 hingga 4 jam, kini berubah menjadi perjalanan tanpa ujung bagi ribuan pemudik.

 Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer, bahkan banyak pemudik yang terjebak di jalan selama lebih dari 24 jam.

Penyebab kemacetan panjang tersebut kemudian dijawab oleh Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, PMI Jember Siagakan Posko Mudik dan Tim Mobile Keliling, Fokus Amankan Jalur Selatan yang Rawan Cuaca Ekstrem

Pihak ASDP akhirnya buka suara terkait penyebab utama kemacetan krodit yang melumpuhkan jalur utama Jembrana tersebut.

"Kami dari ASDP melihat banyak faktor yang menjadi penyebab peningkatan arus mudik khususnya dari Gilimanuk menuju ke Ketapang di 2026 ini," ungkap Windi Andale dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Paling utama adalah tingginya animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik 2026 dan ada rencananya penutupan pelabuhan pada periode Nyepi nanti," imbuhnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Pelaku Sempat Berupaya Hilangkan Jejak Usai Serang Korban

"Sehingga prediksi kami para pengguna jasa ini melakukan percepatan dalam pelaksanaan mudikny, jadi mudik lebih awal untuk menghindari penutupan pelabuhan pada saat periode Nyepi," tegasnya.

Menurut Windy, lonjakan arus kendaraan tahun 2026 ini jauh melampaui prediksi awal. Terdapat dua faktor besar yang terjadi secara bersamaan, yakni:

1. Tingginya Animo Mudik 2026

 Terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu. Data mencatat ada kenaikan hingga 33,8% atau mencapai lebih dari 80.000 penumpang dalam satu hari (H-6).

2. Efek Hari Raya Nyepi

Tahun ini, libur Lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19-20 Maret 2026. Masyarakat yang hendak keluar dari Bali berbondong-bondong melakukan perjalanan lebih awal sebelum operasional Pelabuhan Gilimanuk ditutup total untuk menghormati hari suci umat Hindu tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini