SketsaNusantara.id – Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi gerakan koperasi di Indonesia, dimulai dari akar rumput di daerah.
Bambang menyoroti perlunya sinergi kuat untuk mengonsolidasi ribuan koperasi yang ada di Jember, agar selaras dengan program pembangunan pemerintah.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah persepsi masyarakat, terutama generasi muda, yang masih menganggap koperasi hanya sebatas lembaga simpan pinjam konvensional.
Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen
"PR (pekerjaan rumah) besar kita adalah meningkatkan kepercayaan publik (trust). Kita harus mengubah stigma bahwa koperasi itu hanya soal simpan pinjam atau usaha zaman dulu," tegas Bambang Haryadi di hadapan awak media pada, Sabtu 14 Maret 2026.
Dia mendorong agar anak muda mulai melirik koperasi sebagai model bisnis yang kompetitif dan modern.
Menurutnya, adaptasi teknologi dan perubahan regulasi yang sedang digodok di DPR saat ini akan menjadi kunci utama transformasi tersebut.
Baca Juga: Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Bambang memberikan ilustrasi menarik mengenai kesuksesan koperasi di mancanegara, mencontohkan bagaimana klub sepak bola raksasa dunia, FC Barcelona, dikelola dengan prinsip koperasi yang melibatkan ribuan anggotanya.
"Di Eropa, koperasi adalah mesin ekonomi. Contohnya Barcelona, itu adalah koperasi. Bayangkan jika klub lokal seperti Persid Jember bisa dimiliki oleh suporternya melalui wadah koperasi," ujarnya memberikan inspirasi bagi penggiat olahraga dan ekonomi kreatif di Jember.
Sementara di Kabupaten Jember, terdapat lebih dari 1.000 koperasi yang memerlukan peremajaan dan pendampingan. Dekopin berencana melakukan langkah-langkah berikut.
Baca Juga: Apresiasi Pengabdian, Pemkab Jember Jamin Beasiswa Khusus Putra-Putri Kader Posyandu
Pertama, mengenalkan wajah baru koperasi yang lebih dinamis kepada kaum milenial dan Gen Z. Kedua, memastikan Dekopin sebagai wadah tunggal sesuai amanat undang-undang untuk menyatukan visi seluruh gerakan koperasi.
“Ketiga, mendorong koperasi untuk masuk ke sektor-sektor produktif, mulai dari penyediaan suvenir hingga pengelolaan aset komunitas,” paparnya.