news

Mi Instan Indonesia Ditarik dari Supermarket Jepang, Ternyata Gara-Gara Label Alergi yang Dianggap Sepele

Senin, 9 Maret 2026 | 19:30 WIB
Produk mi instan cup asal Indonesia yang sempat beredar di supermarket Jepang, namun ditarik dari pasaran karena masalah label alergi pada kemasan. (X/Kkuuroo___)

 

SketsaNusantara.id - Produk makanan instan asal Indonesia yang sempat beredar di supermarket Jepang dilaporkan telah ditarik dari peredaran.

Penarikan tersebut bukan disebabkan oleh kandungan bahan berbahaya atau isu kehalalan, melainkan karena masalah pada informasi label alergi yang tidak dicantumkan dengan jelas pada kemasan.

Informasi ini ramai dibahas di media sosial setelah seorang pengguna membagikan pengalamannya mengenai produk tersebut.

Baca Juga: Kapal Meledak di Selat Hormuz, Kapten Kapal Tugboat Musafah 2 Asal Sulawesi Selatan Dilaporkan Hilang Bersama Awaknya

Ia menyebut bahwa produk mi instan cup yang cukup populer di kalangan pekerja Indonesia di Jepang kini sudah tidak lagi tersedia di sejumlah supermarket.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @Kkuuroo___, produk tersebut sebelumnya cukup dikenal oleh pekerja migran Indonesia yang tinggal di Jepang.

Produk tersebut bahkan disebut menjadi salah satu makanan praktis yang sering dibeli oleh pekerja Indonesia di sana.

Namun, kini produk tersebut tidak lagi tersedia karena telah ditarik dari pasaran.

Penarikan produk makanan biasanya identik dengan temuan bahan berbahaya, masalah keamanan pangan, atau pelanggaran standar kesehatan. Namun dalam kasus ini, alasan penarikan justru berbeda.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa penarikan produk tidak berkaitan dengan bahan makanan yang berbahaya ataupun isu kehalalan.

Sebaliknya, masalah yang dianggap kecil di beberapa negara justru dipandang sangat serius oleh otoritas Jepang.

“Bukan karena haram, bukan karena bahan berbahaya, lah terus apa dong? karena label alergi tidak dicantumkan dengan jelas di kemasan mie gelas. Di jepang, hal seperti ini dianggap serius,” tulis akun tersebut.

Kesalahan yang dimaksud berkaitan dengan informasi alergi pada kemasan produk. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa label yang seharusnya memberikan informasi mengenai potensi alergi tidak dicantumkan secara jelas.

Halaman:

Tags

Terkini