SketsaNusantara.id - Penahanan dokter estetika Richard Lee oleh penyidik Polda Metro Jaya memunculkan berbagai tanggapan dari publik, termasuk dari Samira Farahnaz yang dikenal sebagai Dokter Detektif atau Doktif. Ia menilai langkah hukum yang diambil kepolisian dapat menjadi peringatan bagi para dokter yang terlibat dalam promosi produk kecantikan.
Doktif menyampaikan bahwa kasus tersebut seharusnya menjadi momentum untuk menghentikan berbagai metode pemasaran yang dianggap menyesatkan masyarakat. Menurutnya, promosi yang berlebihan atau menggunakan janji hadiah tertentu berpotensi merugikan konsumen.
“Ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak lagi menggunakan cara-cara marketing yang tidak sehat,” kata Doktif saat berada di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.
Baca Juga: Istirahat dari Sosial Media, dr. Richard Lee Ingin Fokus Pada Kesehatan dan Proses Hukum: Saya Pamit
Ia menilai profesi dokter seharusnya menjaga etika ketika mempromosikan produk atau layanan kecantikan kepada masyarakat. Doktif juga menyinggung sejumlah strategi promosi yang menurutnya pernah dilakukan oleh Richard Lee, seperti menawarkan berbagai hadiah untuk menarik minat konsumen.
“Ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak lagi menggunakan cara-cara marketing yang tidak sehat,” kata Doktif saat berada di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menilai profesi dokter seharusnya menjaga etika ketika mempromosikan produk atau layanan kecantikan kepada masyarakat. Doktif juga menyinggung sejumlah strategi promosi yang menurutnya pernah dilakukan oleh Richard Lee, seperti menawarkan berbagai hadiah untuk menarik minat konsumen.
Baca Juga: Makin Panas! Sama-Sama Berstatus Tersangka, Doktif Sebut Richard Lee Mualaf Palsu
Dalam praktik promosi tersebut, masyarakat disebut-sebut dijanjikan berbagai bentuk hadiah mulai dari emas batangan hingga perjalanan ibadah umrah. Selain itu, ada pula iming-iming pembagian telepon genggam kepada konsumen.
Doktif berpendapat, cara-cara seperti itu tidak semestinya digunakan oleh tenaga medis karena dapat memengaruhi keputusan konsumen secara tidak objektif.
Lebih jauh, ia berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat menjadi bahan introspeksi bagi Richard Lee. Ia juga meminta agar pihak yang bersangkutan bersedia bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas promosi tersebut.
Menurut Doktif, tanggung jawab itu dapat diwujudkan dengan mengembalikan kerugian yang dialami masyarakat.
“Saya berharap semua kerugian yang pernah dialami masyarakat bisa dikembalikan,” ujarnya.