Unggahan tersebut seketika jadi viral, mengundang beragam tanggapan dari warganet hingga menuai pro kontra.
Banyak netizen yang mengapresiasi keputusan Kediaman Titilaras yang medukung Palestina, namun tak sedikit pula yang protes karena Americano sebenarnya bukan menu kopi yang berasal dari Amerika Serikat.
"Bro, yang mungkin tidak paham sejarah, padahal Americano itu bukan dari Amerika. Malah minuman itu sebenarnya ejekan dari orang Italia buat orang AS yang nggak bisa minum espresso," tulis salah satu warganet.
Menurut catatan sejarah, nama Americano awalnya muncul pada masa Perang Dunia II lantaran tentara AS d Italia tak bisa meminum espresso buatan warga lokal.
Kala itu, tentara AS harus menambahkan air hangat ke dalam espresso agar minuman tersebut terasa lebih ringan dan lebih mendekati gaya kopi yang biasa mereka minum di Amerika.
Warga Italia yang kesal melihat hal tersebut kemudian menyebut minuman tersebut sebagai "caffe Americano" dan pada dasarnya adalah sindiran bagi warga AS yang tak bisa menikmati espresso asli Italia.
Sebagian orang Italia bahkan menganggap Americano sebagai acqua sporca atau "air kotor" karena kopi tersebut dinilai terlalu encer dibanding standar mereka.
Hal inilah yang kemudian menjadi perdebatan di media sosial. Meski begitu, banyak pula warganet yang mendukung keputusan kedai kopi Titilaras menghapus menu Americano sebagai bentuk dukungan untuk warga Palestina yang jadi korban genosida zionis Israel di Gaza.
"Hargai keputusan CEO Titilaras ya guys, kita tangkap poin pesannya yang fokus bela Palestina. Bisa juga jadi langkah kecil mulai boikot produk Amerika dan tetap dukung hentikan Genosida di Gaza," tulis warganet.
"Ironis sebenarnya kedai kopi ini masih pakai platform IG buatan AS untuk promosikan bisnisnya. Tapi, respect untuk hapus menu yang berkaitan dengan nama Amerika dan dari sini mungkin bisa mulai tinggalkan kebiasaan belanja yang gak kita sadari udah dukung Amerika," imbuh warganet lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini