SketsaNusantara.id - Fenomena unik kembali muncul di Kota Solo. Rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mendadak viral di media sosial setelah dijuluki sebagai “Tembok Ratapan Solo”. Julukan tersebut mencuat seiring beredarnya video aksi sejumlah anak muda yang terlihat melakukan ratapan simbolik di depan pagar rumah Jokowi.
Istilah “Tembok Ratapan Solo” ramai diperbincangkan usai diunggah oleh akun Instagram Instagram @indopium_. Dalam unggahan yang dikutip pada Rabu, 18 Februari 2026, disebutkan bahwa lokasi tersebut kini menjadi salah satu spot yang dianggap “paling hype” di kalangan generasi Z.
Dalam video yang beredar, tampak beberapa anak muda berdiri di depan pagar kayu rumah Jokowi. Mereka meletakkan tangan di pagar sambil menundukkan kepala, menirukan gestur ratapan. Aksi tersebut memancing perhatian warganet dan memicu rasa penasaran publik, hingga mendorong banyak orang datang langsung ke lokasi untuk melihat suasana secara langsung.
Baca Juga: Jokowi Bantah Tak Teken Revisi UU KPK 2019, Nyatakan Dukungan Kembalikan Marwah KPK Versi Lama
Fenomena ini tak hanya berhenti pada aksi simbolik. Sejumlah anak muda diketahui sengaja datang ke rumah Jokowi untuk membuat konten media sosial, mulai dari video pendek hingga swafoto berlatar pagar rumah sang mantan presiden. Aktivitas tersebut membuat area sekitar rumah Jokowi kembali ramai, terutama pada jam-jam tertentu.
Menariknya, julukan “Tembok Ratapan Solo” sempat tercantum di layanan Google Maps dan dapat ditemukan oleh pengguna. Namun, berdasarkan penelusuran terbaru, nama tersebut kini sudah tidak lagi muncul di peta digital tersebut. Belum diketahui secara pasti kapan dan mengapa penamaan itu dihapus.
Sebagai informasi, rumah Jokowi di Solo memang kerap menjadi tujuan wisata dadakan masyarakat. Sejak masih menjabat hingga kini, kediaman Jokowi selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah. Mereka datang untuk melihat langsung sosok mantan presiden sekaligus mengabadikan momen dengan berswafoto.
Baca Juga: Jokowi Jalani Diperiksa hingga Malam Hari, Buntut Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, Jokowi masih memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di depan pintu masuk rumah. Pengunjung datang silih berganti, tertib menunggu giliran untuk bisa bertemu dan berfoto bersama Jokowi.
Situasi tersebut juga beberapa kali dilaporkan oleh media nasional, salah satunya iNews.id, yang mencatat bahwa kawasan depan rumah Jokowi kerap dipadati warga, terutama saat akhir pekan atau hari libur.
Fenomena “Tembok Ratapan Solo” menjadi gambaran bagaimana ruang privat tokoh publik dapat berubah menjadi simbol budaya populer di era media sosial. Julukan unik, aksi simbolik, dan konten digital membuat rumah Jokowi kembali menjadi pusat perhatian, sekaligus menunjukkan kuatnya pengaruh figur mantan presiden tersebut di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kehadiran Jokowi di Bloomberg Forum hingga Gibran di KTT G20 Afrika, Isyaratkan Arah Baru Diplomasi Ekonomi Indonesia
5 Fakta Bandara IMIP di Morowali, Beroperasi Sejak Era Jokowi hingga Diduga Ilegal Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi
Tolak Mediasi, Roy Suryo Tantang Jokowi Buka Ijazah di Depan Publik
Kisah Chanee Kalaweit, 9 Tahun Konservasi di Tengah Tekanan Kementerian Kehutanan Era Jokowi
6 Versi Ijazah Jokowi Disebut Pernah Ditampilkan, Dokter Tifa Ungkap Perbedaan hingga Versi Polda Metro Jaya
Jokowi Terima Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis di Kediaman Pribadi, Relawan Klaim Ada Pemberian Maaf