Kamis, 9 Juli 2026

6 Versi Ijazah Jokowi Disebut Pernah Ditampilkan, Dokter Tifa Ungkap Perbedaan hingga Versi Polda Metro Jaya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Januari 2026 | 06:30 WIB
Dokter Tifa tegas akan lanjutkan perjuangan ungkap kebenaran di tengah polemik ijazah Jokowi usai dilaporkan ke polisi. (Instagram/tifauziatyassuma)
Dokter Tifa tegas akan lanjutkan perjuangan ungkap kebenaran di tengah polemik ijazah Jokowi usai dilaporkan ke polisi. (Instagram/tifauziatyassuma)

SketsaNusantara.id - Polemik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo masih terus bergulir hingga saat ini. Perbincangan tersebut kembali mengemuka setelah muncul klaim adanya beberapa versi ijazah yang pernah ditampilkan ke publik.

Keberadaan ijazah Joko Widodo kini disebut berada di bawah penguasaan Polda Metro Jaya. Informasi tersebut menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan terkait laporan dan pemeriksaan sejumlah pihak.

Isu ijazah ini sebelumnya ramai disuarakan oleh beberapa tokoh, di antaranya Roy Suryo, Rismon Sianipar Hasiholan, serta Tifauzia Tyassuma yang dikenal sebagai dokter Tifa. Dalam prosesnya, dokter Tifa menyampaikan pernah melihat sejumlah versi ijazah.

Baca Juga: Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Dinilai Bisa Berbalik ke Prabowo, Sri Radjasa Ungkap Potensi Demo dan Krisis Legitimasi

Dalam siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 8 Januari 2026, dokter Tifa menyebut setidaknya terdapat enam versi spesimen ijazah yang pernah muncul ke publik. Ia menjelaskan pengamatannya berdasarkan periode waktu tertentu.

“Dari sudut pandang saya adalah dari sejak 22 Mei 2025 sampai 15 Desember 2025, setidaknya ada 6 versi spesimen ijazah Joko Widodo,” ucap dokter Tifa.

Versi pertama, menurutnya, adalah ijazah yang ditampilkan oleh Bareskrim dalam bentuk slide. Publik hanya dapat melihat dokumen tersebut melalui tayangan televisi tanpa pemeriksaan langsung.

Baca Juga: Di Balik Walk Out Audiensi Ijazah Jokowi di PTIK, Mengapa Roy Suryo cs Diminta Keluar

“Satu yang ditampilkan dalam bentuk slide oleh Bareskrim ya, yang kita semua rakyat Indonesia cuma bisa lihat dari layar TV, itu versi satu,” imbuhnya.

Dokter Tifa melanjutkan, versi kedua berupa foto ijazah yang diunggah oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama, melalui akun media sosial X. Selanjutnya, versi ketiga, keempat, dan kelima berasal dari arsip KPUD Surakarta, KPUD Jakarta, serta KPU pusat dalam bentuk fotokopi.

Ia menyebut salinan fotokopi dari ketiga lembaga tersebut telah diperolehnya. Namun, ia menilai terdapat perbedaan dibandingkan versi terakhir yang berasal dari Polda Metro Jaya.

“Nah, versi yang keenam, yang terakhir adalah yang dari Polda Metro Jaya. Saya mesti katakan, secara scientific (ijazah) beda,” sambungnya.

Dokter Tifa kemudian menyoroti adanya emboss dan watermark yang tampak pada ijazah versi Polda Metro Jaya. Menurutnya, unsur tersebut tidak terlihat pada versi sebelumnya yang pernah ditampilkan ke publik.

“Pada versi keenam, muncul emboss dan watermark yang jelas. Pada waktu press release, mas Roy sampaikan bahwa ijazah asli itu ada emboss dan watermark, tiba-tiba ijazah versi Polda, muncul emboss dan watermark itu,” terangnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X