SketsaNusantara.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember merilis data terbaru mengenai performa industri akomodasi pada pembukaan tahun 2026, Selasa 3 Maret 2026.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, mengungkapkan adanya tren yang kontras antara performa hotel klasifikasi bintang dengan hotel nonbintang selama periode Januari 2026.
Menurut Peni, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel berbintang di Jember tercatat berada di angka 33,31 persen. Angka ini menunjukkan kelesuan dibandingkan periode sebelumnya.
"Jika kita melihat secara month-to-month (m-to-m), terjadi penurunan yang cukup signifikan sebesar 9,40 poin dibandingkan Desember 2025. Sementara secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), performanya juga menyusut sebesar 3,17 poin dibandingkan Januari 2025," jelas Peni.
Meskipun okupansi menurun, ada sedikit kabar positif dari sisi durasi kunjungan. Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang justru naik tipis 0,04 poin dari bulan sebelumnya, menjadi 1,11 malam.
“Berbanding terbalik dengan hotel bintang, hotel klasifikasi nonbintang justru menunjukkan tren pertumbuhan. TPK hotel nonbintang pada Januari 2026 mencapai 26,21 persen,” imbuhnya.
Peni memaparkan bahwa sektor ini mengalami kenaikan di kedua lini. Kenaikan Tahunan (y-on-y) tumbuh 1,53 poin dibanding Januari 2025. Sementara itu, kenaikan bulanan (m-to-m)meningkat 1,79 poin dibanding Desember 2025.
Secara nasional, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang berada di angka 1,07 malam. Namun, di Jember, terdapat anomali menarik terkait profil tamu yang menginap.
"Secara umum, durasi menginap tamu domestik di Jember pada Januari ini tercatat sebesar 1,10 malam, angka ini justru mengungguli rata-rata lama menginap tamu asing yang hanya mencapai 1,04 malam," tambah Peni.
Penurunan TPK di sektor hotel bintang pada awal tahun ini disinyalir merupakan dampak dari berakhirnya masa libur akhir tahun (high season), sementara stabilnya hotel nonbintang menunjukkan daya tarik segmen pasar yang berbeda di wilayah Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI