news

Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Beredar Kabar Netanyahu Tewas hingga Pangkalan Militer AS di Filipina Jadi Target Serangan Iran, Begini Faktanya

Selasa, 3 Maret 2026 | 14:00 WIB
Benjamin Netanyahu yang dirumorkan tewas di tengah serangan Iran ke Tel Aviv dan Yerusalem pasca agresi militer ke Tehran (X/Alee93ale)

Netanyahu juga memberikan wawancara di salah satu program berita televisi  Fox News pada hari yang sama, yang menegaskan sikap Israel dalam konflik melawan Iran.

Kabar palsu kematian Netanyahu beredar setelah media pemerintah Iran mengklaim nasib Netanyahu yang "tidak jelas" keberadaannya pasca-serangan rudal balistik Khybar Shekan yang menargetkan kantor perdana menteri di Yerusalem.

Tidak Ada Serangan ke Pangkalan AS di Filipina

Kabar mengenai serangan Iran ke Pangkalan AS juga tidak bisa dipastikan kebenarannya alias hoaks. Beredarnya video konten kreator asal Filipina yang rumahnya terkena rudal terjadi di tengah serangan Iran ke Tel Aviv, bukan di Filpina.

Baca Juga: Felix Siauw Pertanyakan Konsep Prabowo Jadi Mediator Israel-AS vs Iran, Singgung Board of Peace hingga Desak Indonesia Mundur dari Dewan Keamanan

Media setempat juga memberitakan bahwa Pemerintah Filipina telah mengklarifikasi bahwa lokasi Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) bukanlah pangkalan militer AS, melainkan fasilitas milik Filipina yang berada di bawah kendali penuh AFP.

Departemen Pertahanan Nasional (DND) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menegaskan bahwa tidak ada ancaman atau serangan terhadap fasilitas militer Filipina di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Filipina memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan Amerika Serikat (AS), namun kerjasama kedua negara difokuskan pada keamanan regional di Laut China Selatan dan bantuan kemanusiaan, bukan untuk mendukung operasi militer Israel di Timur Tengah.

Eskalasi konflik antara Israel-AS vs Iran memang masih berlanjut hingga saat ini. Pasca serangan ke Israel-AS ke Tehran yang menewaskan ratusan warga sipil, Iran melancarkan serangan balasan pada hari Minggu, 1 Maret 2026.

Baca Juga: MUI Mengecam Serangan Israel-AS ke Iran yang Dinilai sebagai Pelanggaran Hukum Internasional, Desak Indonesia Keluar Board of Peace demi Kemanusiaan

Namun, serangan balasan Iran sejauh ini hanya terfokus pada wilayah strategis Tel Aviv dan menargetkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai serangan langsung terhadap kepemimpinan Israel.

Tak hanya itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk yang berada di Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA) sebagai respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran.

Di tengah situasi mencekam, sejumlah pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Paus Leo XIV, Pemimpin Gereja Seluruh Dunia di Vatikan menyerukan pihak-pihak terkait untuk menghentikan perang dan menekankan diplomasi serta dialog demi mewujudkan perdamaian dunia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini