Sementara itu sikap lebih keras datang dari Kadin Indonesia. Melalui Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Sarman Simanjorang, Kadin mendesak pemerintah untuk membatalkan secara total rencana impor senilai Rp24,66 triliun tersebut.
Meski Kadin sangat mendukung program koperasi merah putih namun kadin juga mempertanyakan mengapa harus mengimpor kendaraan dari India sebagai kendaraan operasional.
"Mengapa harus impor dari India? Apakah industri otomotif dalam negeri tidak mampu memproduksi kendaraan yang hanya sejenis angkutan kendaraan di desa," ungkap Sarman Simanjorang.
Mengimpor mobil dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU) dianggap mengkhianati semangat industrialisasi dan hilirisasi.
"Dengan dana Rp 24 triliun lebih kalau itu bisa berputar di Indonesia maka efeknya akan luar biasa," ungkap Sarman Simanjorang lagi.
Dengan nilai Rp 24 triliun tersebut menurutnya akan memberikan multi efek pada UKM dalam negeri yang menyediakan spare part mobil serta tenaga kerja.
Jika pengadaan menggunakan produk lokal, diprediksi akan ada dampak ekonomi bernilai triliunan yang berputar di dalam negeri melalui penyerapan tenaga kerja dan industri komponen.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!