Kamis, 4 Juni 2026

Polemik Impor 105 Ribu Mobil India Untuk Koperasi Merah Putih Dasco Minta Tunda, Kadin Desak Pembatalan Total, Ini Alasannya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Februari 2026 | 08:30 WIB
Mobil pickup asal India produksi Mahindra dan Tata Motors  (X @KerjaHasil_id)
Mobil pickup asal India produksi Mahindra dan Tata Motors (X @KerjaHasil_id)

 

SketsaNusantara.id – Rencana besar pemerintah untuk mendatangkan 105.000 mobil niaga  India dari produsen Mahindra dan Tata Motors berada di persimpangan jalan.

Ribuan unit kendaraan niaga dari India yang wacananya akan digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini terancam ditunda atau bahkan dibatalkan.

Dua lembaga negara yakni DPR RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyuarakan keberatan atas rencana impor mobil niaga tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta di Balik Anggaran Reses DPR yang Naik, Sufmi Dasco Siapkan Aplikasi Pemantau hingga Pernyataan Pengamat

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta rencana impor mobil dari India tersebut ditunda, sementara itu Kadin justru meminta pemerintah membatalkan impor mobil india tersebut.

"Saat ini apa yang diminta pimpinan DPR (Sufmi Dasco) menunda sampai presiden melakukan kajian atau putusan apa yang paling baik dilakukan dengan pengadaan mobil ini," ungkap Saleh Daulay, ketua komisi VII DPR RI fraksi PAN dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Menurut Saleh Daulay saat ini Sufmi Dasco Ahmad, telah secara resmi meminta pemerintah untuk menunda terlebih dahulu proses impor yang dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Terima Bintang Republik Indonesia Utama di Tengah Gejolak Demo Rakyat

Dasco menekankan bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto masih berada di luar negeri. 

Bahwa keputusan strategis bernilai puluhan triliun ini dianggap perlu dibahas secara detail langsung dengan kepala negara setibanya di tanah air.

Dasco ingin pemerintah menghitung kembali kesiapan perusahaan otomotif lokal dan meminta pemerintah untuk menggunakan semaksimal mungkin kendaraan yang didalam negeri.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Adakan Rapat Konsultasi untuk Mengatasi Polemik Royalti: Jangan Takut Menyanyi dan Memutar Lagu

"Industri otomotif di Indonesia sebetulnya sanggup untuk mengadakan mobil tersebut karena sanggup maka semestinya kita memakai potensi yang ada didalam negeri," tegas Saleh Daulay.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X