Sementara itu, sektor pertanian mendapatkan suntikan dana terbesar dalam 40 tahun terakhir melalui integrasi APBN dan APBD.
“Anggaran ini dialokasikan untuk penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), benih, hingga perbaikan infrastruktur lahan,” pungkasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi dari pusat, Jember justru berhasil mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 32 persen. Capaian ini diraih tanpa menaikkan beban pajak warga, melainkan melalui penambalan kebocoran sistem dan optimalisasi potensi lokal.
Menutup paparannya, Gus Fawait menegaskan bahwa pencapaian di tahun 2025 merupakan peletakan batu pertama bagi visi besarnya.
"Tahun 2025 adalah fondasi. Kita pastikan pelayanan dasar berdiri kokoh. Tahun 2026 adalah waktunya percepatan," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI