news

Siapa Dwi Sasetyaningtyas? Disebut Netizen Sebagai 'Lintah Pajak', Penerima Beasiswa LPDP Ini Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:30 WIB
Dwi Sasetyaningtyas saat pamer status anaknya kini WNA (Instagram @sasetyaningtyas)

SketsaNusantara.id - Nama Dwi Sasetyaningtyas, atau yang akrab disapa Tyas, mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Sosok ini menuai kritik tajam netizen setelah mengunggah momen kebahagiaannya saat sang anak resmi menyandang status sebagai Warga Negara Asing (WNA) Inggris.

Rupanya Dwi Sasetyaningtyas bukan orang sembarangan di dunia pendidikan dan kewirausahaan sosial. 

Baca Juga: Sindiran Satir Lewat Kopi Americano, Bintang Emon Soroti Polemik MBG hingga Nasib Guru Honorer, Warganet: Kenyataan Pahit Jadi WNI

Ia merupakan lulusan S1 Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan studi S2 di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, dengan jurusan Sustainable Energy Technology.

Pendidikan magisternya tersebut ditempuh melalui program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tyas adalah pendiri Sustaination, sebuah unit usaha dan komunitas yang mengedukasi masyarakat mengenai gaya hidup minim sampah (zero waste) dan menjual produk-produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Minta Menkeu Purbaya Alokasikan Sebagian Uang Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun untuk Beasiswa LPDP

Kontroversi bermula ketika Tyas mengunggah video saat ia menerima dokumen resmi dari Home Office Inggris.

Dalam video tersebut, ia mengungkapkan rasa syukur dan harunya karena anak keduanya kini resmi menjadi warga negara Inggris (British Citizen).

Pernyataan yang paling memicu reaksi keras adalah ketika ia menuliskan kalimat berikut.

Baca Juga: Prabowo Ingin Uang Korupsi Dipakai untuk Beasiswa LPDP, Purbaya Sebut Belum Bisa Sekarang

"Dunia terlihat tidak adil, tapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Netizen menganggap pernyataan tersebut merendahkan paspor Indonesia dan menunjukkan kurangnya rasa nasionalisme, terutama karena statusnya sebagai alumni beasiswa yang dibiayai oleh pajak rakyat Indonesia. 

Halaman:

Tags

Terkini