news

Tanggapan Istana Terkait Teror terhadap Ketua BEM UGM, Mensesneg Ingatkan soal Etika Penyampaian Kritik di Tengah Sorotan soal Kebebasan Berpendapat

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00 WIB
Potret Mensesneg Prasetyo Hadi tanggapi teror terhadap Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang diteror usai kritik pemerintah (kolase Instagram/prasetyo_hadi28/tiyoardianto_)

SketsaNusantara.id - Istana Negara menanggapi soal kasus dugaan teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, yang belakangan ini menjadi perhatian publik.

Tiyo sebelumnya mengaku menerima ancaman usai melayangkan kritik terhadap pemerintah melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada UNICEF.

Surat tersebut sempat ramai jadi sorotan publik yang menyuarakan soal tragedi seorang bocah sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang nekat mengakhiri hidup karena tak mampu membeli buku untuk kebutuhan sekolah.

Dalam surat yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Tiyo menegaskan bahwa tragdei di NTT tersebut bukan sekadar takdir, melainkan bentuk kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

Baca Juga: Siapa Ketua BEM UGM? Ini Profil Tiyo Ardianto yang Mengaku Diteror Usai Kirim Surat ke UNICEF Suarakan Tragedi Kematian Siswa SD di NTT

Tak lama setelah surat tersebut viral, Tiyo mengaku menerima pesan bernada ancaman melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tak dikenal.

Dalam pesan tersebut, Tiyo disebut sebagai "agen asing" yang dianggap mencari panggung dengan menjual "narasi sampah" di media sosial.

Tak hanya ancaman penculikan, Tiyo juga meyebut ada orang tak dikenal yang menguntit dan mengawasi dirinya diam-diam dari kejauhan pada tanggal 9 hingga 11 Februari 2026.

Bukan hanya itu, keluarganya Tiyo, termasuk sang ibu, turut menjadi sasaran teror yang dinilai semakin meresahkan.

Isi pesan ancaman yang diterima Tiyo dan keluarganya juga ditunjukkan langsung dalam unggahan di akun Instagramnya yang seketika jadi perbincangan hangat publik.

 Baca Juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diduga Terima Teror Usai Kritik Program MBG, Soroti Dugaan Mesin Ekonomi Borjuis

Pengakuan tersebut menuai simpati sekaligus kecaman dari berbagai pihak. Publik menilai teror tersebut sebagai tindakan intimidasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik sekaligus ancaman terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin dalam UUD 1945.

Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan atas kasus ini.

Mensesneg menegaskan bahwa pemerintah tak ada kaitannya dengan hal ini dan tidak mengetahui siapa pelaku yang diduga meneror Tiyo serta keluarganya.

Halaman:

Tags

Terkini