SketsaNusantara.id - Pasca terjadinya bencana banjir yang melanda 10 kecamatan di Jember, membuat pemukiman terdampak hingga merusak berbagai infrastuktur.
Dari akibat banjir tersebut ada sekitar 23 desa dan 7.445 KK yang terdampak, hingga ada satu orang yang meninggal dunia.
DPC PDI Perjuangan Jember menyoroti, langkah preventif yang harus dilakukan sebelum terjadinya bencana sehingga tidak berdampak luas kepada masyarakat.
“Sejak awal memang PDI Perjuangan Jember telah konsisten untuk mendorong penanganan yang lebih efektif, yakni melalui langkah preventif dengan menjaga alam dan merawat bumi,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto, saat dikonfirmasi Rabu 18 Februari 2026.
Ia mengatakan, jika langkah preventif sudah sejak lama dilakukan mulai dari menanam pohon di hulu sungai, bersih-bersih sungai hingga menjaga lingkungan.
Sebab, jika kondisi ini terus dibiarkan akan berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan juga akan menghabiskan banyak anggaran untuk penanganan bencana.
Baca Juga: Jember Siaga, BPBD Masifkan Penanganan Dampak Banjir di 10 Kecamatan
“Hal ini juga menjadi warning, di mana Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember juga menyuarakan terkait banyaknya alih fungsi lahan yang berdampak pada berkurangnya resapan air,” tegasnya.
“Jika ini dibiarkan maka hilir seperti di Kecamatan Rambipuji dan Balung hingga Wuluhan, akan terdampak limpahan air yang sangat besar dari hulu dan terjadi banjir,” sambungnya.
Dengan itu, Widarto menambahkan untuk mendorong pemerintah daerah agar bisa kembali memperhatikan langkah preventif untuk merawat ekologi sekitar.
Baca Juga: Antisipasi Banjir Susulan, DPUBM Jatim Evaluasi Desain Jembatan Rendah di Jember
“Kami terus mendorong dan menyuarakan hal tersebut, karena Presiden Prabowo pun juga menginstruksikan untuk menjadi Indonesia yang Asri,” paparnya.
Di sisi lain, Widarto juga menyampaikan PDI Perjuangan Jember juga membuka sejumlah posko bantuan korban banjir untuk membantu meringankan penderitaan para korban banjir.***