Bahkan, ia menyebut permintaan maaf itu disampaikan atas nama Korea sebagai bentuk tanggung jawab moral, seraya menegaskan bahwa rasisme tidak seharusnya terjadi dalam kondisi apa pun.
Ia menilai pernyataan bernada diskriminatif yang dilontarkan satu orang saja, tidak hanya menyakiti pihak yang dituju, tetapi juga berpotensi mencoreng citra masyarakat Korea secara luas.
"Satu orang korea (melakukan) penghinaan untuk Indonesia, sangat mengecewakan karena seharusnya rasisme tidak boleh terjadi," ucap Kim sambil menghela nafas panjang.
Lebih lanjut, Kim mengajak Knetz yang merlontarkan komentar negatif untuk melakukan refleksi diri dan bertanggung jawab atas ucapannya.
Ia menyoroti komentar rasis dapat memicu ketegangan bahkan bisa merusak hubungan baik antarnegara di komunitas digital.
Tak hanya itu, Jin Seung Hun, konten kreator asal Korea Selatan yang telah lama tinggal di Indonesia, juga menyampaikan sikap serupa.
Melalui akun Instagram @jinnisini, ia menyampaikan sindiran halus dan mengaku kesal melihat komentar rasis yang menyerang warganet Indonesia belakangan ini.
"Orang Korea yang nge-tweet begituan wawasannya kurang jauh, apalagi yang belum pernah datang ke Indonesia langsung. Aku ikut marah atas tweet tersebut. Maaf ya guys," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @jinnisini.
Dalam unggahannya, warga Korea yang sudah tiga tahun tinggal di Indonesia itu secara tegas memberikan dukungan pada Indonesia di tengah konflik digital saat ini.
Permintaan maaf dari sejumlah influencer Korea ini mendapat respon positif dari warganet Indonesia yang dinilai sebagai langkah untuk meredakan ketegangan.
Mereka menekankan bahwa komentar diskriminatif tidak hanya menyakiti pihak yang dituju, tetapi juga berpotensi mencoreng citra masyarakat Korea secara luas.
Bukan hanya itu, sejumlah netizen juga menyoroti komentar negait bernada menghina dan rasisme yang bisa berdampak pada kesehatan mental seperti yang terjadi di Korea dalam beberapa tahun terakhir.