Kondisi ini memperlihatkan bahwa proses pemulihan masih menghadapi banyak tantangan. Kelangkaan air bersih masih dirasakan di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah.
Di tengah situasi sulit tersebut, para relawan dari berbagai daerah terus berdatangan. Mereka bahu-membahu membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari logistik hingga layanan kesehatan.
Upaya kemanusiaan itu menjadi tumpuan harapan bagi warga yang masih berjuang menata kembali kehidupan mereka. Kehadiran relawan membantu meringankan beban, meski belum mampu menghapus trauma sepenuhnya.
Di sisi lain, perhatian berkelanjutan dari otoritas setempat masih sangat dibutuhkan. Pemulihan fisik dan psikologis para korban menjadi bagian penting dalam proses bangkit dari bencana.
Hingga kini, warga Aceh Tamiang masih berusaha menjalani hari dengan kewaspadaan tinggi. Setiap hujan turun, ketakutan lama kembali muncul, mengingatkan mereka pada tragedi besar yang belum sepenuhnya berlalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!