news

Mengapa Muhammadiyah Kerap Berbeda dalam Menetapkan Awal Puasa Penjelasan Metode Hisab hingga Kalender Hijriyah Global Tunggal

Senin, 16 Februari 2026 | 21:30 WIB
Tangkapan layar yang menjelaskan metode penentuan awal puasa Muhammadiyah dan konsep Kalender Hijriyah Global Tunggal. (X/BilalFahrur)

Dalam pendekatan global, garis tanggal Hijriyah tidak lagi dibatasi oleh batas negara, melainkan oleh parameter astronomi.

Sementara dalam pendekatan regional, faktor lokasi dan otoritas setempat tetap menjadi pertimbangan utama.

Perdebatan mengenai metode ini sesungguhnya telah berlangsung lama dalam tradisi keilmuan Islam.

Sejumlah ulama klasik maupun kontemporer memiliki pandangan berbeda mengenai apakah hasil rukyat di satu wilayah dapat diberlakukan secara universal atau tidak.

Muhammadiyah melalui KHGT memilih pendekatan integratif berbasis hisab global, sedangkan pemerintah Indonesia memadukan hisab dan rukyat dalam kerangka wilayah nasional.

Perbedaan ini sejatinya merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam.

Selama masing-masing pendekatan memiliki landasan ilmiah dan argumentasi syar’i yang jelas, perbedaan tersebut dapat dipahami sebagai kekayaan intelektual, bukan sumber perpecahan.

Dialog yang terbuka dan pemahaman yang komprehensif menjadi kunci agar masyarakat dapat menyikapi perbedaan dengan bijak.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini