SketsaNusantara.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan jawaban menohok terkait kritik yang menyebut program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pemborosan anggaran negara.
Hal itu ia sampaikan pada peresmian 1.079 SPPG Polri di Jakarta Barat pada Jum'at, 13 Februari 2026.
"Kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang (untuk MBG). Padahal saudara-saudara, uang adalah hasil penghematan," tegas Prabowo dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pendanaan program tersebut sama sekali tidak menguras kas negara secara serampangan.
Dana program unggulannya tersebut menurut Prabowo berasal dari penghematan besar-besaran di berbagai sektor.
"Ini hasil efisiensi, kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi," imbuhnya.
Bahwa anggaran MBG yang dijalankan saat ini merupakan efisiensi dari berbagai sektor, jika tidak dihemat justru akan dibuat untuk hal-hal tak penting dan dijadikan ladang korupsi dan memperkaya pribadi.
Pernyataan ini disampaikan Presiden saat meresmikan 1.079 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta Barat.
Sebuah langkah konkret kolaborasi antara pemerintah dan kepolisian untuk mendukung kedaulatan pangan dan gizi nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo mengakui adanya selentingan negatif yang menuduh pemerintah menghambur-hamburkan uang demi menjalankan program makan gratis bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan penyisiran ketat terhadap anggaran belanja yang dianggap tidak esensial.