news

Hujan Deras Picu Banjir Luapan Sungai di Jember, PMI Evakuasi Ratusan Warga Rowotamtu hingga Tengah Malam

Jumat, 13 Februari 2026 | 12:00 WIB
PMI Lakukan evakuasi darurat di Desa Rowotamtu Rambipuji (Dok. PMI Jember )

SketsaNusantara.id - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis siang hingga malam hari menyebabkan banjir luapan di sejumlah wilayah. Debit air sungai yang berhulu di lereng selatan Hyang Argopuro meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga, merendam ratusan rumah serta ruas jalan di Kecamatan Rambipuji.

Merespons kondisi darurat tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menerjunkan dua armada evakuasi yang terdiri dari enam relawan dan tiga pengurus untuk membantu warga yang terjebak banjir, khususnya di Desa Rowotamtu. Proses evakuasi dilakukan hingga larut malam di tengah kondisi minim penerangan dan arus air yang masih deras.

Banjir luapan sungai menyebabkan air masuk ke rumah-rumah warga dengan cepat. Sejumlah warga terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi seperti masjid dan bangunan umum yang dinilai aman dari genangan. Namun, tidak sedikit warga yang tertahan di dalam rumah karena air terus naik dan akses keluar terputus.

Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Desa Mayangan Jember Terendam Banjir hingga 60 CM, PMI Kerahkan Relawan dan Petakan Kebutuhan Warga

Salah satu warga, Azizah, mengaku panik saat air mulai memasuki rumahnya. Ia bersama warga lain bertahan di masjid sambil menunggu bantuan datang. Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan pertolongan karena tidak mampu keluar dari rumah yang sudah dikepung air.

Fokus utama evakuasi PMI Jember adalah kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, dan ibu hamil. Seorang nenek berusia 85 tahun yang sedang sakit dan hanya bisa terbaring di kamar berhasil dievakuasi menggunakan ambulans PMI. Lansia tersebut kemudian diungsikan ke rumah kerabatnya yang berada di lokasi aman dan tidak terdampak banjir.

Kepala Desa Rowotamtu, Zaenuri, menyampaikan bahwa warga sebelumnya berupaya menyelamatkan nenek tersebut secara mandiri. Namun, derasnya arus dan ketinggian air membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Kehadiran ambulans PMI sangat membantu sehingga evakuasi dapat berjalan dengan aman.

Baca Juga: Kejar Sertifikat CPOB 2026, PMI Jember Genjot Standar Mutu Layanan Darah Jelang Ramadhan dan Lonjakan Kebutuhan Pasca Lebaran

Selain menggunakan ambulans, PMI Jember juga mengoperasikan sebuah truk untuk mengevakuasi warga lainnya. Relawan tercatat keluar masuk area perkampungan hingga enam kali guna menjemput warga yang terjebak. Para pengungsi kemudian diarahkan ke masjid yang dijadikan sebagai titik kumpul dan pengungsian sementara.

Di Desa Rowotamtu, sekitar 150 kepala keluarga dengan jumlah kurang lebih 1.400 jiwa yang tersebar di 13 rukun tetangga terdampak langsung banjir luapan sungai. Mayoritas warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena air datang secara tiba-tiba dan cepat menggenangi rumah.

Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendy, menyatakan bahwa tim evakuasi diterjunkan untuk memastikan warga dapat keluar dari area berbahaya menuju lokasi aman. Ia menegaskan bahwa PMI Jember terus berkoordinasi dengan pihak desa dan relawan setempat untuk memantau perkembangan situasi banjir.

Baca Juga: Jelang Puasa, Perbankan Jember Gelar Donor Darah di Bank Indonesia, Terkumpul 241 Kantong untuk Menjaga Stok PMI

Saat proses evakuasi berlangsung, suasana mencekam terasa di lokasi. Gelapnya malam dan suara gemuruh dari sungai menambah kepanikan warga. Bahkan, sempat terjadi longsor di bantaran sungai yang menyebabkan sebuah bangunan toko ambruk, sehingga membuat pengungsi berteriak ketakutan.

Hingga proses evakuasi selesai, PMI Jember masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan mengingat curah hujan di wilayah Jember masih cukup tinggi.***

Halaman:

Tags

Terkini