SketsaNusantara.id - Banjir bandang disertai tanah longsor pada akhir November 2025 masih membekas di ingatan warga Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi itu berdampak luas di tiga provinsi di Sumatera.
Beberapa waktu terakhir, momen perjuangan warga kembali ramai di media sosial. Video yang merekam kondisi sehari setelah banjir surut menarik perhatian warganet.
Salah satunya diunggah akun Instagram @keila_dwi_putri_real. Rekaman tersebut memperlihatkan upaya warga mencari akses keluar demi kebutuhan pokok.
“Hari pertama setelah banjir surut, kami coba cari akses keluar buat cari sembako dan cari tau keadaan keluarga,” tulis pemilik akun dalam unggahannya.
Dalam video itu, perjalanan dimulai dari kawasan permukiman yang porak poranda. Banyak rumah terlihat rusak berat dan sebagian rata dengan tanah.
Akses jalan utama dipenuhi lumpur basah yang sangat licin. Kendaraan roda empat terjebak karena ban tidak mampu mencengkeram permukaan jalan.
Warga terpaksa meminta bantuan traktor untuk menarik mobil. Genangan air sisa banjir masih terlihat di sejumlah titik.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat perjalanan berjalan lambat. Lumpur menempel tebal di ban dan bodi kendaraan.
Selain lumpur, material kayu dan puing bangunan berserakan di sepanjang jalan. Beberapa titik terlihat licin dan berbahaya.
Rekaman juga menampilkan deretan kendaraan yang terparkir di tepi jalan. Pada bodi mobil terlihat bekas ketinggian air banjir sebelumnya.
“Mobil-mobil dan motor yang terendam banjir. Konon katanya ada orang yang terjebak di dalamnya. Ya Allah seperti tsunami,” ucapnya dalam video.
Tak hanya kendaraan, bangkai hewan ternak tampak tergeletak di pinggir jalan. Tiang listrik roboh dan kabel menjuntai di beberapa lokasi.