news

2 Bulan Hidup Tanpa Penerangan, Warga Aceh Tengah Gotong Royong Pikul Ratusan Tiang Listrik Menyeberangi Sungai demi Terangnya 4 Desa Terisolir

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:30 WIB
Gotong royong warga di Aceh Tengah mengangkat tiang listrik. (Instagram/serta_lia_gali)

SketsaNusantara.id - Sudah lebih dari dua bulan sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tengah.

Bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 itu berdampak luas di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, pemulihan masih terus dilakukan.

Sebagian daerah terdampak masih menghadapi keterbatasan akses. Salah satu wilayah terparah berada di Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Baca Juga: Video Viral Ungkap Warga Kampung Durian Tinggal di Kuburan Tionghoa Usai Banjir dan Longsor Aceh Tengah

Sejumlah desa di kawasan ini masih terisolasi akibat putusnya akses jalan dan aliran listrik.

Setidaknya empat desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat belum terhubung dengan jaringan listrik.

Kerusakan infrastruktur membuat pemulihan berjalan lambat. Warga terpaksa mengandalkan genset dengan waktu operasional terbatas.

Baca Juga: Lebih 40 Hari Usai Banjir Sumatera, Desa Terisolir di Aceh Tengah Masih Bertahan, Nakes Seberangi Sungai Deras Demi Layani Warga

Kondisi tersebut mendorong warga melakukan gotong royong bersama petugas PLN. Sejak Sabtu, 7 Februari 2026, ratusan tiang listrik dipikul melintasi Sungai Kala Ili. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik ke wilayah terdampak.

Belum tersedianya akses jalan bagi kendaraan roda empat menjadi kendala utama. Material dan peralatan berat tidak dapat melintas. Akibatnya, pengangkutan dilakukan secara manual oleh warga dan petugas.

“Ada 4 desa lagi pascabencana sampai saat ini belum dialiri arus listrik. Penerangan sementara dari 4 desa itu, warga masih menggunakan genset untuk penerangan,” tulis keterangan unggahan akun Instagram @serta_lia_gali, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.

Selain tiang listrik, mobil crane PLN juga harus menyeberang sungai. Proses tersebut dibantu alat berat berupa eskavator. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemasangan jaringan listrik di lokasi.

Gotong royong terus berlanjut hingga Selasa, 10 Februari 2026. Salah satu fokus perbaikan berada di Desa Reje Payung. Desa ini merupakan kawasan pedalaman di ujung timur Aceh Tengah.

Desa tersebut hingga kini belum mendapatkan aliran listrik. Akses kendaraan roda empat juga belum tersedia. Warga masih harus menempuh jalur sungai dan medan terjal.

Halaman:

Tags

Terkini