“Desa paling ujung Aceh Tengah sampai saat ini belum mendapatkan arus listrik, ditambah belum ada akses roda 4,” tulis pemilik akun yang sama. Ia juga menambahkan, “Air bersih, kesehatan, dan hunian sementara belum juga mereka dapatkan.”
Perjalanan membawa tiang listrik tidak berhenti di sungai. Setelah menyeberang, warga masih harus melewati jalur berlumpur. Kerikil, kayu, dan material sisa banjir menjadi rintangan utama.
Medan terjal menuntut kehati-hatian ekstra. Setiap langkah harus diperhitungkan demi keselamatan. Upaya ini dilakukan agar tiang listrik dapat terpasang sesuai rencana.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan. Status tersebut berlaku selama 90 hari, terhitung sejak 6 Februari hingga 6 Mei 2026. Masa ini difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Gas LPG Langka di Aceh Tengah, Warga Takengon Terpaksa Pakai Kayu Hanyut Sebagai Pengganti, Netizen: Kembali ke Bahan Kayu Bakar
Demi Dapatkan Harga Sembako Murah, Warga Takengon, Aceh Tengah Rela Jalan Kaki 5 Jam Setiap Hari
Akses Darat Belum Pulih Pasca Banjir, Warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah Bertahan Hidup Lewat Tali Sling
Satu Bulan Pasca Banjir, Warga Aceh Tengah Bagikan Kisahnya saat Evakuasi, Mendayung Sampan Selama 4 Jam ke Takengon
Video Guru Aceh Tengah Menyeberangi Sungai Deras Viral dan Tuai Perhatian Publik