SketsaNusantara.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk meluncurkan program Home Care, mendapatkan respons positif dari pihak legislatif.
DPRD Jember menekankan agar inovasi jemput bola ini benar-benar menyasar masyarakat di wilayah terpencil, yang selama ini terisolasi dari fasilitas kesehatan formal.
Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyatakan dukungannya terhadap terobosan medis yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Gus Fawait tersebut.
Menurut dia, kehadiran tim medis langsung ke rumah warga merupakan solusi konkret atas kendala geografis dan infrastruktur yang sering kali menjadi penghalang bagi warga desa untuk berobat.
"Kami memberikan dukungan penuh. Namun, catatan penting kami adalah program ini harus memprioritaskan daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti Bandealit dan kawasan pinggiran lainnya," tegas Indi saat dikonfirmasi, Rabu 11 Februari 2026.
Pihak dewan menilai bahwa Home Care bukan sekadar layanan pengobatan, melainkan instrumen vital untuk menekan angka kasus kesehatan kritis yang sering terlambat tertangani.
Dengan mendatangi warga, risiko seperti preeklamsia pada ibu hamil, gizi buruk, hingga stunting diharapkan dapat dideteksi lebih awal sebelum kondisi pasien memburuk.
Indi berharap cakupan layanan ini terus bertransformasi. Dia mendorong agar ke depannya Home Care tidak hanya memberikan pengobatan dasar, tetapi juga mencakup banyak hal.
"Mulai pendampingan gizi intensif bagi ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera, sistem penjemputan medis bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas, hingga edukasi preventif langsung di lingkup keluarga untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat," imbuhnya.
Baca Juga: Dorong Pelaksanaan MBG Berjalan Optimal, Ketua DPRD Jember: SPPG Harus Patuhi Standar BGN
Program ini dirancang secara inklusif dengan sasaran utama kelompok rentan. Mulai penyandang disabilitas, lansia penderita penyakit kronis, hingga ibu nifas.
Melalui skema ini, Pemkab Jember berupaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan sekaligus menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).