Di akhir video, ia bahkan menegaskan bahwa dirinya berhasil lolos dari razia.
“Jadi ya, untungnya SIM-nya juga masih hidup. Dan masih panjang. Jadi, aman. Kita lolos,” ucapnya.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari publik.
Banyak warganet menilai tindakan tersebut menunjukkan arogansi dan kesan memanfaatkan atribut organisasi Bhayangkari demi mendapatkan perlakuan istimewa.
Sejumlah komentar juga menyoroti dampak negatif dari peristiwa tersebut terhadap citra Polri.
Bhayangkari sebagai organisasi pendamping Polri dinilai seharusnya menjadi teladan dalam menaati aturan hukum, bukan sebaliknya.
Seiring viralnya video awal, perempuan tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video terpisah yang juga beredar di media sosial.
Dalam video klarifikasi itu, ia memperkenalkan diri dan mengakui kesalahannya secara terbuka.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam. Saya, Ria Vera Andriani, istri dari Bripka Rahmat Walliansel,” ujarnya membuka pernyataan.
Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat unggahan videonya.
“Secara sadar, saya mohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh,” katanya.
Ria Vera menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyalahgunakan atribut Bhayangkari maupun mencari perlakuan khusus dari aparat kepolisian saat razia berlangsung.
“Saya tidak bermaksud membanggakan diri dan tidak bermaksud menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari dan institusi Polri,” tuturnya.
Dalam pernyataan tersebut, ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.