Benturan tersebut mengakibatkan pagar sekolah roboh, bahkan sebagian materialnya tersangkut di bawah kolong mobil.
Insiden itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung mendekat dengan maksud memberikan pertolongan kepada sopir dan mengamankan situasi agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Namun, niat baik warga justru dibalas dengan sikap agresif dari sang sopir. Bukannya menunjukkan penyesalan atau meminta bantuan, sopir tersebut malah mengamuk dan melakukan tindakan kekerasan.
“Warga sempat membiarkan karena dia menggunakan kekerasan. Sopir tetap memaksa menjalankan mobilnya meski ban sudah pecah dan posisi mobil tersangkut pagar, sampai akhirnya mobil mentok berhenti di sebuah parit (kalen),” tulis informasi @B3doel yang dikutip SketsaNusantara.id.
Aksi sopir yang tetap memaksakan kendaraan berjalan dalam kondisi rusak menimbulkan ketegangan di lokasi. Mobil akhirnya berhenti setelah masuk ke parit tidak jauh dari lokasi awal tabrakan.
Ketegangan kembali memuncak ketika warga berusaha mengamankan sopir tersebut agar tidak melukai orang lain. Dalam situasi tersebut, sopir dilaporkan semakin brutal dan bertindak di luar kendali.
Baca Juga: Dorong Pelaksanaan MBG Berjalan Optimal, Ketua DPRD Jember: SPPG Harus Patuhi Standar BGN
Ia disebut memukul warga menggunakan balok kayu yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, sopir tersebut juga menggigit jari salah satu warga yang mencoba memeganginya agar tidak terus mengamuk.
Aksi tersebut memicu kemarahan warga. Namun, warga berupaya menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
Setelah berlangsung sekitar 15 menit, warga akhirnya berhasil melumpuhkan sopir tersebut dengan cara mengamankannya secara beramai-ramai. Saat dilakukan interogasi awal oleh warga, sopir tidak memberikan keterangan yang jelas.
“Bicaranya sudah tidak nyambung dan terkesan meracau,” ungkap seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Dugaan sementara menyebutkan sopir tersebut mengemudi dalam kondisi tidak sadar penuh, diduga berada di bawah pengaruh alkohol atau mengalami tekanan psikologis.
Meski demikian, hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Untuk mencegah situasi semakin tidak kondusif, warga segera menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, aparat dari Polsek setempat tiba di lokasi dan membawa sopir tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.