Kini, warga tersebut bersama anaknya mengungsi di posko yang telah disediakan pemerintah. Posko menjadi tempat perlindungan sementara bagi warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tegal mencatat sekitar 464 unit rumah terdampak. Sebanyak 250 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat.
Akibat bencana tersebut, sekitar 2.426 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di empat posko utama yang disiapkan untuk penanganan darurat.
Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi. Perhatian khusus diberikan kepada lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Tim medis dan ketersediaan obat-obatan disiagakan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan para pengungsi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan komitmen pemerintah untuk merelokasi warga terdampak. Hunian yang disiapkan akan ditempati tanpa biaya.
Pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menentukan lokasi relokasi yang aman. Proses pendataan warga terus dilakukan secara bertahap.
Relokasi dinilai penting mengingat kondisi tanah di Desa Padasari belum stabil. Potensi pergerakan susulan masih menjadi perhatian utama.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan. Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak selama masa tanggap bencana.
Bencana tanah bergerak ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Langkah cepat diambil guna meminimalkan risiko lanjutan bagi masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!