news

Bupati Ngada Tolak Kesimpulan Tentang Siswa yang Diduga Mengakhiri Hidup Karena Tak Punya Alat Tulis: Penilaian Mas Terlalu Dini

Jumat, 6 Februari 2026 | 10:30 WIB
Bupati Ngada Raymundus Bena dan surat siswa untuk ibu (YouTube KOMPASTV )

Namun demikian, ibu korban sedang proses domisili agar ia bisa mendapatkan bantuan dan bisa mencairkan.

"Sudah di urus (domisili) dan satu lain hal dia tidak ke sekolah, tidak kembali ke pondok dan sekitar jam 9 ada lewat ditanya kenapa tak sekolah dan dia jawab kepalanya pusing," cerita Raymundus Bena.

Lalu pada jam 10 kemudian ada pengakuan lagi dari orang lain yang sempat menanyakan mengapa si korban tak sekolah dan lagi-lagi dijawab karena sakit kepala.

Hingga jam 11 kemudian ada lagi seseorang lewat dan menemukan si anak sudah dalam kondisi gantung diri dan meninggal dunia.

Dari keterangan beberapa masyarakat itulah, Raymundus menyimpulkan bahwa terlalu dini jika saat ini kemudian langsung menilai bahwa tragedi itu dipicu hanya karena tak memiliki alat tulis.

"Kemiskinan dari data statistik ada, berkaitan dengan masyarakat secara umum kalau untuk makan dan minum saya rasa tidak menjadi masalah, meski tak punya uang tapi stok makan dan minum masyarakat ada cukuplah," tegasnya.

Bupati Ngada tersebut menegaskan bahwa menurut data statistik, masyarakat miskin ada di Ngada namun dinilai tak kekurangan makan.

Terkait bantuan pendidikan, Raymundus menyampaikan bahwa didaerahnya tak mengandalkan bantuan PIP dari pemerintah pusat saja namun juga ada PIP daerah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini