SketsaNusantara.id - Nama Mega Satria tengah jadi sorotan publik setelah resmi ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina.
PT Pertamina (Persero) belum lama ini melakukan perubahan susunan kepengurusan direksi yang diumumkan melalui situs resmi perusahaan pada hari Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam perombakan itu, Mega Satria dipercaya mengisi posisi Direktur Keuangan, menggantikan Emma Sri Martini yang kini menempati jabatan baru sebagai Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha.
Penunjukan Mega Satria langsung mencuri perhatian. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang keuangan, khususnya di sejumlah perusahaan BUMN seperti Pelindo, Bukit Asam, hingga Citilink Indonesia.
Mengenal lebih dekat, berikut profil Mega Satria beserta rekam jejak hingga kekayaannya yang tak luput jadi sorotan, sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari situs Linkedin dan berbagai sumber.
Mega Satria dikenal sebagai seorang eksekutif profesional Indonesia yang berpengalaman luas dalam manajemen keuangan dan risiko, terutama di lingkungan BUMN.
Pria kelahiran Pekanbaru, 23 Oktober 1977 ini menempuh pendidikan S1 Administrasi Bisnis di Wichita State University, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 1998.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Loyola University of Chicago dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1999.
Selain pendidikan formal, Mega juga mengantongi sejumlah sertifikasi profesional bergengsi, seperti Chartered Accountant (CA), Certified Management Accountant (CMA), hingga Certified Financial Manager (CFM), yang menunjukkan kompetensinya di bidang akuntansi dan manajemen keuangan.
Tak main-main, Mega Satria dikenal memiliki rekam jejak yang solid sebagai eksekutif keuangan dengan spesialisasi di sektor BUMN transportasi, energi, dan logistik.
Mega Satria dikenal sebagai profesional yang fokus pada perbaikan kinerja keuangan, restrukturisasi, dan manajemen risiko di tingkat direksi BUMN.