SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jember pada Senin 2 Februari 2026, memicu rentetan bencana di empat lokasi berbeda dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Mulai rumah roboh, tanah longsor, hingga banjir bandang yang mengakibatkan satu orang warga dilaporkan hilang terseret arus.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) telah disebar untuk menangani situasi darurat tersebut.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Panti dan Rambipuji, Satu Warga Dilaporkan Hilang Terseret Arus
Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di beberapa kecamatan.
"Benar, sepanjang hari Senin kami menangani empat kejadian menonjol secara beruntun. Fokus utama kami saat ini adalah pencarian korban hilang di Kecamatan Panti serta penyaluran bantuan logistik bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," ujar Edy Budi Susilo saat memberikan keterangan.
Rentetan kejadian bermula di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Sebuah rumah milik Ibu Jumani (61), seorang lansia, dilaporkan roboh total akibat diterjang angin kencang. Beruntung, pemilik rumah sedang berada di luar saat kejadian sehingga tidak ada korban jiwa.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
“BPBD telah mendistribusikan paket sembako, sandang, serta peralatan dapur untuk korban yang kini mengungsi di rumah kerabatnya,” imbuhnya.
Hampir bersamaan, pergerakan tanah atau tanah longsor melanda kawasan Jalan Jawa, Kelurahan Sumbersari. Longsoran sepanjang 15 meter tersebut mengancam hunian warga dan menyebabkan satu rumah retak serta amblas sedalam 3 cm.
Sebagai langkah mitigasi, petugas telah memasang terpal untuk mencegah longsor susulan yang lebih parah.
Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Memasuki malam hari, situasi semakin kritis di Kecamatan Panti dengan kondisi hujan lebat di hulu sungai menyebabkan banjir bandang di Desa Pakis.
“Arus deras yang membawa material lumpur dan kayu mengakibatkan empat dapur rumah warga tergerus dan puluhan rumah terendam lumpur setebal 20 cm,” paparnya.