Tragisnya, seorang staf Kecamatan Panti bernama Pak Wahid dilaporkan hilang terseret arus sungai saat banjir mencapai puncaknya pada pukul 19.40.
"Untuk kejadian di Panti, ada 30 jiwa yang saat ini mengungsi. Kami telah berkoordinasi dengan lintas instansi, termasuk Dinsos untuk dapur umum dan Dinkes untuk pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian," tambah Edy.
BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat rilis BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di Jember masih akan berlangsung hingga 10 Februari 2026 mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Sekolah Tangguh Bencana: BPBD Jember Sukses Gelar Simulasi SPAB di TK Al Amien
BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana
BPBD Jember Bakal Gelar Pemangkasan Pohon, Pengguna Jalan Diminta Hati-hati saat Lewati Jalur Berikut
Antisipasi Pohon Tumbang dan Bisa Bahayakan Pengendara, Petugas Gabungan BPBD Jember Lakukan Perempesan Ranting
Tembok Dapur Warga Kaliwates Ambrol Diterjang Longsor, BPBD Jember Pasang Terpal dan Salurkan Bantuan
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan