SketsaNusantara.id - Saat ini dilakukan proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya sejak 23 Januari 2026 lalu. Seperti yang diketahui bahwa kapal tersebut tenggelam di perairan selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu.
Pada proses pengangkatan bangkai kapal KMPT Tunu Pratama Jaya kemarin pada 1 Februari 2026, ditemukan 2 jenazah yang mengapung dekat lokasi pengangkatan bangkai kapal, tepatnya yakni di samping tongkang pengangkat bangkai kapal.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @bintangtenggarafm disebutkan bahwa jenazah pertama dibawa ke RSUD Blambangan oleh pihak Satpolairud Polresta Banyuwangi, sedangkan jenazah kedua dibawa ke RSUD Negara, Bali.
Baca Juga: 4 Kabar Terbaru Pencarian WNA Spanyol yang Hilang Pasca KM Putri Sakinah Tenggelam, Tim SAR Fokus Menyisir Sekitar Pulau Padar
Pada jenazah pertama ditemukan identitas berupa KTP dan hp, yang mana identitas tersebut mengarah pada salah satu nama korban KMP Tunu Pratama Jaya, akan tetapi tidak bisa langsung disimpulkan tanpa diidentifikasi lebih lengkap.
"Namun secara SOP daripada DVI tidak bisa itu langsung disebut dengan si a, tidak bisa, jadi harus ada beberapa persyaratan hingga disebut bahwa insial si a," papar Kasatpolairud Polresta Banyuwangi.
"Namun dari sudut pandang yang lain keluarga meyakini bahwasanya itu adalah dari keluarganya, akhirnya ya semalam diserahkan, namun tanpa nama atau mister x, sampai dengan standart operasional prosedur mengeluarkan bahwasanya itu dia," lanjutnya pada awak media.
Baca Juga: Update Jumlah Korban KM Putri Sakinah yang Tenggelam di Perairan Pulau Padar, Tim SAR Temukan 1 WNA Spanyol yang Hilang
Dimana jenazah pertama diduga merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) bernama I Wayan Teja Setiawan (33), Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
I Wayan Teja Setiawan salah satu ABK yang bekerja di bagian klasi atau parkir kapal ketika bersandar.
Seperti yang disebutkan bahwa tadi malam jenazah tersebut telah dibawa oleh keluarga berdasarkan keyakinan dari pihak keluarga.
Baca Juga: Kecelakaan Laut Terjadi di Bali, Kapal Pinisi Tenggelam di Perairan Serangan Denpasar, Diduga Akibat Cuaca
Namun, meski jenazah tersebut telah dibawa oleh keluarga, proses identifikasi sesuai SOP dari Disaster Victim Identification (DVI) yang berlaku masih tetap berjalan yakni berkaitan proses tes DNA jenazah.
Sementara itu, untuk jenazah kedua yang telah dibawa ke RSUD Negara, Bali, hingga detik ini masih dalam proses identifikasi. Belum diketahui identitas dugaan sementara, karena tidak ada identitas apapun yang ditemukan.
Pihak Satpolairud Polresta Banyuwangi megatakan bahwasanya hingga saat ini terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian Jembrana terkait informasi lanjut jenazah kedua.
Seperti yang diketahui bahwa tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya sudah terjadi sejak 7 bulan yang lalu, dengan kondisi memang pada saat itu tidak semua korban berhasil ditemukan, sehingga sangat memungkinkan jika jenazah tersebut memang merupakan salah satu korban dari tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang terjebak di dalam bangkai kapal.
Hingga saat ini, bagian bangkai kapal KMP Tunu Wijaya yang sudah terangkat yakni beberapa bagian seperti lambung kamar mesin, anjungan, serta 3 unit truk. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!