SketsaNusantara.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan pembaruan informasi terkait insiden KA Gajayana (35) yang tertemper kendaraan truk di perlintasan sebidang JPL 582 petak jalan Prembun-Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar pukul 21.32 WIB.
Informasi terbaru ini disampaikan langsung oleh akun resmi Kereta Api Indonesia (@KAI121) melalui unggahan media sosial yang menegaskan bahwa proses evakuasi telah selesai dan jalur kereta api kini kembali dapat dilalui.
Baca Juga: Kecelakaan KA Gajayana 35 dengan Truk di Perlintasan Kebumen, Jalur Kereta Sempat Ditutup Sementara
“Update informasi pasca insiden Kereta Api Gajayana (35) tertemper kendaraan truk di JPL 582 petak jalan Prembun-Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa tanggal 27 Januari 2026, pukul 21.32 WIB,” tulis KAI dalam keterangannya, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Dalam unggahan tersebut, KAI menjelaskan bahwa berdasarkan laporan terbaru dari petugas di lapangan, seluruh rangkaian proses evakuasi kendaraan truk yang terlibat kecelakaan telah berhasil diselesaikan dengan aman. Hal ini memungkinkan jalur rel kembali difungsikan untuk operasional perjalanan kereta api.
“Berdasarkan informasi terbaru dari petugas di lapangan, proses evakuasi kendaraan truk telah selesai dilakukan. Saat ini, jalur hulu dan hilir telah dapat dilalui dengan kecepatan yang diizinkan,” lanjut pernyataan resmi KAI.
“Update informasi pasca insiden Kereta Api Gajayana (35) tertemper kendaraan truk di JPL 582 petak jalan Prembun-Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa tanggal 27 Januari 2026, pukul 21.32 WIB,” tulis KAI dalam keterangannya, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Dalam unggahan tersebut, KAI menjelaskan bahwa berdasarkan laporan terbaru dari petugas di lapangan, seluruh rangkaian proses evakuasi kendaraan truk yang terlibat kecelakaan telah berhasil diselesaikan dengan aman. Hal ini memungkinkan jalur rel kembali difungsikan untuk operasional perjalanan kereta api.
“Berdasarkan informasi terbaru dari petugas di lapangan, proses evakuasi kendaraan truk telah selesai dilakukan. Saat ini, jalur hulu dan hilir telah dapat dilalui dengan kecepatan yang diizinkan,” lanjut pernyataan resmi KAI.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Terganggu Banjir, KAI Batalkan 11 Keberangkatan dari Gambir dan Pasar Senen Hari Ini
Dengan selesainya proses evakuasi, perjalanan kereta api yang sebelumnya sempat terganggu kini berangsur normal.
Namun demikian, KAI mengakui bahwa insiden tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api, termasuk KA Gajayana dan kereta lain yang melintasi lintas selatan Jawa.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, PT Kereta Api Indonesia turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden tersebut.
Dengan selesainya proses evakuasi, perjalanan kereta api yang sebelumnya sempat terganggu kini berangsur normal.
Namun demikian, KAI mengakui bahwa insiden tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api, termasuk KA Gajayana dan kereta lain yang melintasi lintas selatan Jawa.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, PT Kereta Api Indonesia turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Banjir Meluas Ganggu Jalur Kereta, KAI Lakukan Rekayasa Operasi dan Batalkan 38 Perjalanan
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan yang terjadi sebagai dampak dari insiden tersebut,” tulis KAI menutup pernyataannya.
Sebelumnya, KAI juga sempat menginformasikan bahwa akibat kejadian tersebut, jalur hulu sempat tidak dapat dilalui sementara waktu demi memastikan keselamatan perjalanan.
Penutupan sementara dilakukan untuk mendukung proses evakuasi serta pemeriksaan kondisi prasarana rel dan perlintasan.
Insiden tertempernya KA Gajayana oleh truk di perlintasan sebidang kembali menyoroti isu keselamatan di titik-titik perlintasan antara jalur kereta api dan jalan raya.
Perlintasan sebidang masih menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan, terutama ketika disiplin berlalu lintas pengguna jalan belum sepenuhnya optimal.
KAI secara konsisten mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Kereta api memiliki jalur khusus dan jarak pengereman yang panjang, sehingga tidak memungkinkan untuk berhenti secara mendadak ketika terjadi hambatan di lintasan.***
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan yang terjadi sebagai dampak dari insiden tersebut,” tulis KAI menutup pernyataannya.
Sebelumnya, KAI juga sempat menginformasikan bahwa akibat kejadian tersebut, jalur hulu sempat tidak dapat dilalui sementara waktu demi memastikan keselamatan perjalanan.
Penutupan sementara dilakukan untuk mendukung proses evakuasi serta pemeriksaan kondisi prasarana rel dan perlintasan.
Insiden tertempernya KA Gajayana oleh truk di perlintasan sebidang kembali menyoroti isu keselamatan di titik-titik perlintasan antara jalur kereta api dan jalan raya.
Perlintasan sebidang masih menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan, terutama ketika disiplin berlalu lintas pengguna jalan belum sepenuhnya optimal.
KAI secara konsisten mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Kereta api memiliki jalur khusus dan jarak pengereman yang panjang, sehingga tidak memungkinkan untuk berhenti secara mendadak ketika terjadi hambatan di lintasan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!