Minggu, 19 Juli 2026

Protes karena Terganggu dengan Suara Semboyan Kereta Api, Orang Ini Dirujak Netizen: Oon-nya Sama Kayak Mbak-Mbak Tumbler Tuku

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Januari 2026 | 20:09 WIB
Merasa terganggu dan protes dengan suara klakson kereta api, orang ini malah dirujak netizen dan menyamakannya dengan mbak-mbak tumbler Tuku. (Threads/kai121_)
Merasa terganggu dan protes dengan suara klakson kereta api, orang ini malah dirujak netizen dan menyamakannya dengan mbak-mbak tumbler Tuku. (Threads/kai121_)

 


SketsaNusantara.id - Setelah kasus tumbler Tuku yang tertinggal di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) viral beberapa waktu lalu, kini kembali muncul kabar yang tidak kalah viral.

Kabar viral ini muncul di sosial media Threads di mana ada sebuah akun yang protes akan suara klakson atau semboyan milik Kereta Api Indonesia (KAI).

Protes atau keluhan tersebut ditulis oleh akun Threads @chieoch pada 5 Januari 2026 seperti penelusuran tim SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Siap-siap Mudik! Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api Edisi Lebaran 2026, Cek Sekarang Juga

Akun tersebut mengeluhkan suara klakson atau semboyan kereta yang dinilai mengganggu pendengaran hingga menyebutnya sebagai polusi suara.

“Bisa nggak, sih, KAI kereta jarak jauh tuh kalau udah masuk peron nggak usah dinyalain klaksonnya? Polusi suara sumpah,” kata akun Threads @chieoch dikutip oleh tim redaksi.

Pemilik akun tersebut mengaku jika telinganya seringkali terasa sakit jika mendengar suara semboyan kereta api yang dinilai memekakkan telinga meski sudah memakai earphone.

Baca Juga: Kerugian Fiersa Besari Usai Insiden Istri Ditabrak Mobil di Stasiun Gambir Dari Biaya Rumah Sakit Hingga Tiket Kereta dan Penginapan Hangus

“Sering banget kuping gue ngilu pas kereta ini lewat walau pun udah pakai earphone,” lanjutnya.

Akun ini juga merasa kasihan jika yang mendengar suara semboyan tersebut adalah orang-orang yang rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Kasihan yang ada anak-anak atau lansia dengar suara sekencang dan senyaring itu,” imbuhnya.

Selain itu, akun ini membayangkan bagaimana kabar petugas yang bekerja dan harus mendengar semboyan kereta api yang kencang setiap harinya.

“Gimana sama petugas di peron yang tiap hari mesti stand by dan denger suara itu beberapa kali sehari? Bisa kena gangguan pendengaran, lho!” keluhnya.

Petugas yang bekerja di peron kereta api memang tidak dibekali dengan pelindung telinga seperti headphone untuk meredam suara yang kencang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X