SketsaNusantara.id - Operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap seorang pendaki muda yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian publik.
Hingga hari ketujuh sejak laporan hilang diterima, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan korban, sehingga operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Informasi mengenai perpanjangan operasi pencarian ini disampaikan melalui unggahan akun media sosial Info Jateng (@Jateng_Twit).
Baca Juga: Misteri Hilangnya Pendaki Muda di Bukit Mongkrang, Operasi SAR Kembali Digencarkan di Lereng Lawu
Korban diketahui bernama Yasid Ahmad Firdaus, seorang pendaki trail run berusia 26 tahun, warga Colomadu, Karanganyar.
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu, 18 Januari 2026, saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang, salah satu jalur favorit pendaki di Gunung Lawu yang dikenal memiliki kontur medan menantang.
Dalam unggahan yang sama, dijelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara intensif.
Korban diketahui bernama Yasid Ahmad Firdaus, seorang pendaki trail run berusia 26 tahun, warga Colomadu, Karanganyar.
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu, 18 Januari 2026, saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang, salah satu jalur favorit pendaki di Gunung Lawu yang dikenal memiliki kontur medan menantang.
Dalam unggahan yang sama, dijelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara intensif.
Baca Juga: Profil Adies Kadir, Calon Hakim MK Pilihan DPR, Pernah Terseret Kasus Etik Soal Tunjangan Rumah Dewan hingga Dinonaktifkan Golkar
“Setelah 7 hr opsar dengan mengerahkan berbagai elemen… potensi SAR – anjing pelacak – drone – paranormal,” tulis akun @Jateng_Twit.
Kalimat ini menggambarkan betapa luas dan seriusnya upaya pencarian yang telah ditempuh oleh tim SAR gabungan.
Berbagai unsur dikerahkan dalam operasi ini, mulai dari Basarnas, relawan SAR lokal, komunitas pendaki, aparat setempat, hingga penggunaan peralatan khusus seperti anjing pelacak dan drone untuk menjangkau area yang sulit diakses secara manual.
“Setelah 7 hr opsar dengan mengerahkan berbagai elemen… potensi SAR – anjing pelacak – drone – paranormal,” tulis akun @Jateng_Twit.
Kalimat ini menggambarkan betapa luas dan seriusnya upaya pencarian yang telah ditempuh oleh tim SAR gabungan.
Berbagai unsur dikerahkan dalam operasi ini, mulai dari Basarnas, relawan SAR lokal, komunitas pendaki, aparat setempat, hingga penggunaan peralatan khusus seperti anjing pelacak dan drone untuk menjangkau area yang sulit diakses secara manual.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Pasirlangu, Operasi Pencarian Terus Berlanjut
Bahkan, pendekatan nonkonvensional turut dicoba sebagai bentuk ikhtiar terakhir, mengingat kondisi medan yang kompleks dan cuaca yang kerap berubah.
Namun demikian, hasil pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan titik terang.
Dalam unggahan tersebut disebutkan secara lugas, “DAN HASILNYA MASIH NIHIL…” Kondisi ini memunculkan keprihatinan mendalam, baik dari tim pencari maupun masyarakat yang terus mengikuti perkembangan kasus ini melalui media sosial.
Seiring dengan pengumuman perpanjangan operasi, unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan.
“DOAKAN untuk 3 hari perpanjangan ini. Semoga ada hasil. Aamiin,” tulis akun @Jateng_Twit. Seruan ini mencerminkan harapan besar agar perpanjangan waktu pencarian dapat membawa kabar baik.
Perpanjangan operasi SAR ini menjadi bukti komitmen kuat tim pencari untuk tidak menyerah pada keadaan. Di tengah keterbatasan dan tantangan alam, harapan tetap dijaga agar Yasid Ahmad Firdaus dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @Jateng_Twit, proses pencarian ini menunjukkan bahwa operasi SAR di medan pegunungan memerlukan waktu, ketelitian, dan sinergi berbagai pihak.
Publik pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu jalannya pencarian, serta terus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tim SAR di lapangan.***
Bahkan, pendekatan nonkonvensional turut dicoba sebagai bentuk ikhtiar terakhir, mengingat kondisi medan yang kompleks dan cuaca yang kerap berubah.
Namun demikian, hasil pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan titik terang.
Dalam unggahan tersebut disebutkan secara lugas, “DAN HASILNYA MASIH NIHIL…” Kondisi ini memunculkan keprihatinan mendalam, baik dari tim pencari maupun masyarakat yang terus mengikuti perkembangan kasus ini melalui media sosial.
Seiring dengan pengumuman perpanjangan operasi, unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan.
“DOAKAN untuk 3 hari perpanjangan ini. Semoga ada hasil. Aamiin,” tulis akun @Jateng_Twit. Seruan ini mencerminkan harapan besar agar perpanjangan waktu pencarian dapat membawa kabar baik.
Perpanjangan operasi SAR ini menjadi bukti komitmen kuat tim pencari untuk tidak menyerah pada keadaan. Di tengah keterbatasan dan tantangan alam, harapan tetap dijaga agar Yasid Ahmad Firdaus dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @Jateng_Twit, proses pencarian ini menunjukkan bahwa operasi SAR di medan pegunungan memerlukan waktu, ketelitian, dan sinergi berbagai pihak.
Publik pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu jalannya pencarian, serta terus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tim SAR di lapangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!