SketsaNusantara.id - Hampir dua bulan setelah banjir bandang dan longsor melanda Aceh, dampaknya masih terasa. Sejumlah wilayah pedalaman belum sepenuhnya pulih. Akses menuju permukiman warga masih terputus.
Banjir bandang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi wilayah terdampak.
Hingga kini, sebagian desa masih mengalami isolasi.
Salah satu wilayah tersebut berada di Aceh Utara. Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, masih menghadapi keterbatasan akses. Kondisi dusun itu kembali disorot melalui media sosial.
Kondisi terkini Dusun Sarah Raja dibagikan relawan sekaligus influencer, Manda. Ia mengunggah video melalui akun Instagram @mnztl__. Unggahan itu memperlihatkan kondisi warga pascabanjir.
Dalam keterangannya, Manda menyebut dusun tersebut masih terisolir. Warga disebut membutuhkan bantuan sanitasi dan fasilitas dasar. Hingga akhir Januari, listrik dan air bersih belum tersedia.
“Yang terhormat kepada seluruh relawan banjir Aceh, tolong jangan datang ke desa yang viral aja. Tolong bantu desa yang terisolir ini,” tulis Manda.
Ia juga menjelaskan keterbatasan akses menuju dusun tersebut. Relawan harus menempuh perjalanan melalui sungai. Jalur air menjadi satu-satunya akses menuju lokasi.
Perjalanan dilakukan menggunakan kapal nelayan. Arus sungai yang dilawan membuat perjalanan memakan waktu lama. Relawan harus mengarungi sungai selama kurang lebih satu jam.
Akses darat menuju dusun tersebut terputus akibat banjir. Jembatan penghubung dilaporkan rusak. Pembangunan jembatan baru mulai dilakukan pada 21 Januari 2026.
Selain perjalanan sungai, relawan masih harus berjalan kaki. Jarak tempuh sekitar satu kilometer dari titik sandar kapal. Medan yang dilalui masih dipenuhi sisa banjir.
Video tersebut juga memperlihatkan kondisi lingkungan dusun. Endapan lumpur tampak menutupi area permukiman. Kayu-kayu besar terlihat berserakan dan saling bertumpuk.