2. Luka dan trauma
Korban kecelakaan pesawat sering mengalami luka dalam yang jika tidak ditangani medis dalam 3 hari akan berakibat fatal.
3. Faktor Alam
Suhu dingin ekstrem di pegunungan (hipotermia) mulai menggerogoti daya tahan tubuh setelah melewati dua malam pertama.
Mengapa pencarian ini menjadi sangat mendesak? Sebab angka ribuan langkah yang ditunjukkan smartwatch tersebut menunjukkan adanya aktivitas fisik yang signifikan dari Farhan setelah pesawat kehilangan kontak.
Jika benar Farhan melakukan perjalanan, maka ia tidak lagi berada di ground zero atau titik jatuh.
Sehingga Tim SAR kini harus membagi fokus, menyisir puing dan melacak kemungkinan arah jalan korban sebelum fisiknya melemah.
Namun kemiringan tebing Gunung Bulusaraung yang mencapai 80-90 derajat serta kabut tebal yang menyelimuti hutan rimbun merupakan penghalang dan membuat setiap menit dalam Golden Time ini menjadi sangat berharga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!