SketsaNusantara.id - Upaya pencarian terhadap seorang survivor yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, masih terus dilakukan hingga saat ini.
Informasi tersebut disampaikan melalui laporan resmi akun Merapi Uncover yang memuat perkembangan kegiatan pencarian pada Senin, 19 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa proses pencarian telah dilaksanakan secara terkoordinasi oleh berbagai unsur terkait.
Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Pendaki Bukit Mongkrang Lereng Gunung Lawu Dilaporkan Hilang?
“Pada Senin, 19 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pencarian survivor hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar,” tulis Merapi Uncover, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @merapi_uncover.
Survivor yang dilaporkan hilang diketahui bernama Yasid Ahmad Firdaus, berusia 26 tahun.
Identitas korban disampaikan secara terbuka untuk mempermudah proses pencarian dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
“Pada Senin, 19 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pencarian survivor hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar,” tulis Merapi Uncover, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @merapi_uncover.
Survivor yang dilaporkan hilang diketahui bernama Yasid Ahmad Firdaus, berusia 26 tahun.
Identitas korban disampaikan secara terbuka untuk mempermudah proses pencarian dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
Baca Juga: KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros
Korban diketahui berdomisili di Perum Nysana E5 RT 03/12, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Pencarian dilakukan dengan sistem pembagian tim atau Search and Rescue Unit (SRU).
“Operasi pencarian dibagi menjadi enam SRU dengan pergerakan bertahap sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB,” tulis laporan tersebut.
Korban diketahui berdomisili di Perum Nysana E5 RT 03/12, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Pencarian dilakukan dengan sistem pembagian tim atau Search and Rescue Unit (SRU).
“Operasi pencarian dibagi menjadi enam SRU dengan pergerakan bertahap sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga: Cegah Pendaki Tersesat? Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang Berchip dan Panic Button
Pembagian SRU bertujuan untuk memperluas area pencarian sekaligus memaksimalkan efektivitas operasi di medan pegunungan yang dikenal cukup menantang.
Hingga laporan ini disampaikan, korban belum berhasil ditemukan.
“Hingga laporan ini disampaikan, survivor belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung,” lanjut keterangan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa medan di Bukit Mongkrang memerlukan ketelitian dan kewaspadaan ekstra, mengingat kawasan tersebut memiliki jalur pendakian yang cukup terjal serta vegetasi yang rapat di beberapa titik.
Operasi pencarian melibatkan banyak unsur lintas instansi.
“Unsur yang terlibat antara lain TNI-Polri, BPBD Kabupaten Karanganyar, Basarnas Kantor SAR Surakarta, Perhutani, Forkopimcam Kecamatan Tawangmangu, pengurus Mongkrang, relawan se-Kabupaten Karanganyar, serta warga sekitar,” tulis laporan akun @merapi_uncover.
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan sinergi kemanusiaan dalam menangani situasi darurat di kawasan wisata alam.
Keberadaan relawan dan warga setempat juga dinilai sangat membantu, terutama dalam memberikan informasi lokal terkait jalur-jalur pendakian, kondisi cuaca, serta area yang berpotensi sulit dijangkau.
Dukungan masyarakat sekitar menjadi elemen penting dalam operasi SAR, khususnya di wilayah pegunungan yang memiliki banyak jalur alternatif.
Selain memaparkan perkembangan pencarian, laporan tersebut juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat luas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses pencarian dengan doa serta tidak menghambat jalannya operasi SAR,” tulis @merapi_uncover.
Imbauan ini menegaskan pentingnya menjaga ketertiban di sekitar lokasi pencarian agar tim SAR dapat bekerja secara optimal.
Kasus hilangnya pendaki di kawasan Bukit Mongkrang kembali menjadi pengingat akan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Faktor cuaca, kondisi fisik, serta pemahaman jalur pendakian menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan.
Selain itu, komunikasi yang baik dengan rekan pendakian dan pihak pengelola jalur juga sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko.
Bukit Mongkrang sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pendakian favorit di lereng Gunung Lawu. Meski tergolong ramah bagi pendaki pemula, kawasan ini tetap memiliki risiko apabila pendakian dilakukan tanpa perencanaan yang baik.
Oleh karena itu, kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bersama bagi para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan.
Hingga kini, proses pencarian masih berlanjut dengan mengedepankan prinsip keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat.
Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan kondisi lapangan terbaru.
Setiap informasi dari masyarakat juga akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menemukan survivor.
“Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” tutup laporan Merapi Uncover, menegaskan semangat solidaritas dan kepedulian yang menjadi dasar utama operasi pencarian ini.
Harapan besar pun disematkan agar Yasid Ahmad Firdaus dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.***
Pembagian SRU bertujuan untuk memperluas area pencarian sekaligus memaksimalkan efektivitas operasi di medan pegunungan yang dikenal cukup menantang.
Hingga laporan ini disampaikan, korban belum berhasil ditemukan.
“Hingga laporan ini disampaikan, survivor belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung,” lanjut keterangan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa medan di Bukit Mongkrang memerlukan ketelitian dan kewaspadaan ekstra, mengingat kawasan tersebut memiliki jalur pendakian yang cukup terjal serta vegetasi yang rapat di beberapa titik.
Operasi pencarian melibatkan banyak unsur lintas instansi.
“Unsur yang terlibat antara lain TNI-Polri, BPBD Kabupaten Karanganyar, Basarnas Kantor SAR Surakarta, Perhutani, Forkopimcam Kecamatan Tawangmangu, pengurus Mongkrang, relawan se-Kabupaten Karanganyar, serta warga sekitar,” tulis laporan akun @merapi_uncover.
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan sinergi kemanusiaan dalam menangani situasi darurat di kawasan wisata alam.
Keberadaan relawan dan warga setempat juga dinilai sangat membantu, terutama dalam memberikan informasi lokal terkait jalur-jalur pendakian, kondisi cuaca, serta area yang berpotensi sulit dijangkau.
Dukungan masyarakat sekitar menjadi elemen penting dalam operasi SAR, khususnya di wilayah pegunungan yang memiliki banyak jalur alternatif.
Selain memaparkan perkembangan pencarian, laporan tersebut juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat luas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses pencarian dengan doa serta tidak menghambat jalannya operasi SAR,” tulis @merapi_uncover.
Imbauan ini menegaskan pentingnya menjaga ketertiban di sekitar lokasi pencarian agar tim SAR dapat bekerja secara optimal.
Kasus hilangnya pendaki di kawasan Bukit Mongkrang kembali menjadi pengingat akan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Faktor cuaca, kondisi fisik, serta pemahaman jalur pendakian menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan.
Selain itu, komunikasi yang baik dengan rekan pendakian dan pihak pengelola jalur juga sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko.
Bukit Mongkrang sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pendakian favorit di lereng Gunung Lawu. Meski tergolong ramah bagi pendaki pemula, kawasan ini tetap memiliki risiko apabila pendakian dilakukan tanpa perencanaan yang baik.
Oleh karena itu, kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bersama bagi para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan.
Hingga kini, proses pencarian masih berlanjut dengan mengedepankan prinsip keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat.
Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan kondisi lapangan terbaru.
Setiap informasi dari masyarakat juga akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menemukan survivor.
“Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” tutup laporan Merapi Uncover, menegaskan semangat solidaritas dan kepedulian yang menjadi dasar utama operasi pencarian ini.
Harapan besar pun disematkan agar Yasid Ahmad Firdaus dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!