SketsaNusantara.id - Bencana banjir bandang disertai tanah longsor masih menyisakan dampak panjang di Aceh Tengah. Sejumlah warga Kampung Durian kehilangan rumah dan tempat tinggal.
Hingga pertengahan Januari 2026, sebagian warga memilih bertahan di kompleks kuburan Tionghoa. Lokasi tersebut berada di area perbukitan yang relatif aman dari genangan.
Kuburan itu dijadikan tempat tinggal sementara dengan perlindungan sangat terbatas. Warga membangun tenda darurat dan memanfaatkan ruang kosong di antara nisan.
Baca Juga: Rumah Hanyut dan Sekolah Rusak, Desa Pante Kera Aceh Timur Masih Terisolir Lebih dari Sebulan
Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Video itu diunggah akun TikTok @bang_cigen dan menarik perhatian publik.
Dalam rekaman tersebut, terlihat warga menggelar tikar dan menata barang seadanya. Tenda sederhana berdiri di area pemakaman sebagai tempat berlindung.
Video yang diunggah pada Sabtu, 17 Januari 2026, telah ditonton lebih dari 40 ribu kali. Narasi dalam video memperlihatkan kondisi pengungsian yang terbatas.
Seorang warga dalam video tersebut menyampaikan permohonan izin kepada ahli waris makam. “Untuk keluarga Bapak Wong Suherman, kami mohon maaf ini, pemakamannya kami tempati mengungsi sementara ini karena rumah kami belum bisa ditempati,” ucapnya.
Warga tersebut juga menjelaskan kondisi permukiman yang terdampak bencana. Lumpur masih menutupi rumah dan sebagian bangunan mengalami kerusakan berat.
“Rumahnya ada yang roboh bahkan berlumpur, tidak tahu lumpurnya dibuang kemana. Kami nggak tahu ini sampai kapan di sini,” katanya dalam video tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, warga Kampung Durian telah tinggal di area kuburan sejak Desember lalu. Hingga kini, mereka masih menunggu solusi tempat tinggal sementara.
Sementara itu, bencana juga berdampak luas di Kabupaten Aceh Tamiang. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.
Sebanyak 37.888 unit rumah dilaporkan terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan. Rinciannya meliputi rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.