Tercatat 15.174 unit rumah rusak ringan dan 9.366 unit rusak sedang. Selain itu, 8.509 unit mengalami rusak berat.
BNPB juga mencatat 4.839 unit rumah masuk kategori rusak berat hanyut. Data tersebut dihimpun hingga 14 Januari 2026.
Untuk penanganan pengungsi, pemerintah merencanakan pembangunan hunian sementara. Total 2.299 unit huntara disiapkan di berbagai kecamatan.
Hunian tersebut diperuntukkan bagi kepala keluarga terdampak rumah rusak berat atau hilang. Lokasi pembangunan akan terpusat di 10 titik.
Setiap huntara dilengkapi fasilitas pendukung seperti MCK dan jaringan listrik. Fasilitas tambahan mencakup klinik serta area bermain.
Sebagian lokasi pembangunan telah dimulai sejak awal Januari. Target penyelesaian ditetapkan pada akhir Januari 2026.
Pemerintah berharap huntara dapat segera ditempati. Penempatan ditargetkan berlangsung sebelum memasuki bulan Ramadan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Banjir Bandang Aceh Tengah Tinggalkan Luka Panjang, Kepala Desa Ungkap Nasib Warga saat Jalan Tak Kunjung Pulih
Salim A Fillah Bagikan Momen Haru di Aceh, Durian Terakhir Warga Jadi Simbol Ketulusan
Kasus Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Karya Jaya, BPTD Sumsel Ungkap Fakta Versi Petugas
45 Hari Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Terpuruk, Warga Kesulitan Bersihkan Sisa Lumpur dan Puing-puing
Didukung BRI dan BUMN, 600 Hunian Danantara Resmi Dihuni Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang