news

Proyek Raksasa Energi di Balikpapan Diresmikan, RDMP Pertamina Diklaim Jadi Tonggak Kedaulatan Energi Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:00 WIB
Presiden meresmikan proyek RDMP Balikpapan di kawasan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V. (Instagram//prabowo)

 

SketsaNusantara.id - Pemerintah Indonesia kembali mencatat sebuah pencapaian strategis di sektor energi melalui peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Peresmian fasilitas tersebut dilaksanakan di kawasan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 12 Januari 2026, dan dihadiri langsung oleh Presiden serta jajaran eksekutif Pertamina.

Proyek RDMP Balikpapan digambarkan sebagai tonggak penting dalam usaha memperkuat ketahanan serta kedaulatan energi nasional.

Baca Juga: Peresmian 166 Sekolah Rakyat Serentak, Prabowo Tegaskan Misi Putus Rantai Kemiskinan dan Persempit Kesenjangan Akses Pendidikan

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan resmi akun X (Twitter) @prabowo, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa sektor energi kini diposisikan bukan hanya sebagai kebutuhan ekonomi, tetapi sebagai elemen pertahanan strategis.

Menurut keterangan resmi, proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai Rp123 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu proyek energi terbesar dalam dua dekade terakhir.

Baca Juga: Yel-Yel Pelajar Sekolah Rakyat Sambut Prabowo dan Harapan Pendidikan Gratis Nasional

Tidak hanya soal nilai ekonominya, investasi ini juga membawa dampak langsung pada kapasitas produksi.

“Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp123 triliun serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah hingga 360 ribu barel per hari,” tulis Presiden dalam unggahan akunnya.

Kapasitas tersebut secara teoritis memperluas ruang bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, yang selama ini menjadi salah satu faktor defisit neraca perdagangan.

Dengan bertambahnya kapasitas produksi kilang, Indonesia dinilai dapat mendorong langkah menuju swasembada energi nasional yang lebih terukur.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh jajaran yang terlibat dalam pembangunan proyek ini.

Halaman:

Tags

Terkini