"Mark Twain juga mengatakan bahwa 'tertawa itu bukan tanda bahwa seseorang tengah meremehkan negara. Seringkali, itu adalah cara paling waras untuk menyelamatkannya'," ucap Rhenald.
Dalam video unggahannya, Rhenald Kasali mengingatkan agar publik tidak mudah terbawa perasaan (baper) dan memahami konteks dari sindiran satir sebagai kritik yang penting untuk perbaikan diri.
Baca Juga: Tanggapi Stand Up Comedy ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono, Ferry Irwandi: Komedi Bisa Lucu dan Ofensif
"Jadi, kuping kita boleh panas, mulut kita boleh sudah tidak tahan. Tapi kita tetap harus waras. Mungkin APH (aparat penegak hukum) juga sedang bingung, ini perkara kriminal, melawan hukum, atau perkara baper?" pesan Rhenald.
"Mari kita biarkan humor itu terus hidup, biarkan jokes itu semakin berkualitas. Maklum, hidup sedang susah hari-hari ini tapi, mari kita berpikir lebih waras lagi," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini