SketsaNusantara.id - Polemik stand up comedy "Mens Rea" yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono masih terus jadi perbincangan hangat publik hingga mendapat sorotan dari Rhenald Kasali.
Pertunjukan yang tayang di Netflix itu memicu perdebatan setelah Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi muda NU dan Muhammadiyah.
Pelaporan tersebut dilakukan karena materi stand up comedy Pandji dianggap mencoreng nama ormas keagamaan, khususnya terkait kritik soal izin pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan.
Meski demikian, baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah telah menegaskan bahwa laporan tersebut bukan sikap resmi organisasi.
Klarifikasi ini mempertegas bahwa pelaporan dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu, bukan atas mandat institusi keagamaan tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, pihak kepolisian pun meminta klarifikasi dari Pandji Pragiwaksono guna mendalami laporan yang masuk dan keterkaitannya dengan sejumlah pasal dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).
Materi stand up comedy Mens Rea memang belakangan ini memantik pro dan kontra. Sebagian pihak menilai isi pertunjukan tersebut terlalu tajam dan menyinggung, namun tak sedikit pula yang memandangnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan kritik sosial yang sah.
Sejumlah tokoh publik turut menyuarakan dukungan terhadap Pandji, mulai dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD hingga komedian senior Indro Warkop.
Mereka menilai apa yang disampaikan Pandji di panggung Mens Rea sebagai kritik mewakili keresahan masyarakat yang dikemas lewat humor dan satire.
Polemik ini juga mendapat perhatian dari Rhenald Kasali. Melalui akun Instagram pribadinya, akademisi dan Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI) itu menilai materi yang dibawakan Pandji sebagai sesuatu yang lazim dalam tradisi satire.
Menurutnya, satire memiliki fungsi sosial penting sebagai bentuk kritik agar publik dan tokoh-tokoh yang disentil bisa melakukan introspeksi diri.
"Satir selalu punya fungsi sosial. Ia bukan untuk memeluk, tetapi untuk mencubit agar kita tetap waras melihat diri sendiri, para tokoh publik, dan realitas yang sering terlalu serius," tulis Rhenald dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @rhenald.kasali pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.